WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Bantu Penanganan Karhutla Ciremai Baznas Buka Posko Dapur Air
Bantu Penanganan Karhutla Ciremai Baznas Buka Posko Dapur Air
KUNINGAN - Kebakaran Hutan dan Lahan di area Gunung Ciremai masih terus terjadi. Ribuan relawan berjibaku memadamkan api beberapa titik sejak dua hri lalu. Tidak terkecuali Badan Amil Zakat (Baznas) yang juga hadir di tengah tengah relawan. Selain mengirimkan relawan ke titik-titik terbakarnya lahan, relawan Baznas juga membuka posko Dapur Air di lapangan parkir Balong Kambang Desa Pasawahan. Tim relawan yang hadir bukan hanya dari Baznas Kuningan tetapi juga hadir relawan dari Baznas Provinsi Jawa Barat, Baznas Majalengka, Basnaz Kabupaten Bandung dan Baznas Kota Tasik. Total relawan lebih dari dua puluh orang. “Kami di Baznas ada yang namanya Baznas Tanggap Bencana (BTB). Tim ini biasa hadir dalam berbagai bencana alam di Indoensia. Ini salah satunya,” kata Asep Z. Fauzi Wakil Ketua II bidang pendistribusian Baznas Kabupaten Kuningan. Di posko Dapur Air, Baznas menyediakan aneka hidangan dan obat obatan yang disedialan untuk para relawan. “Kami melayani para relawan yang membutuhkan minuman, makanan atau membutuhkan obat obatan alakadarnya,” tambah Asfa panggilan akbranyq. Pada kesempatan yang sama, Asfa juga mengatakan pendirian posko dukungan untuk relawan ini merupakan bagian dari kontribusi Baznas dalam bidang pendistribusian zakat infak dan sodakoh. “Pendistribusian zakt infak sodakoh juga bisa dilakukan untuk kegiatan kedaruratan. Seperti bencana kebakaran di Gunung Ciremai ini,” tandas Asfa. Selin dari Baznas, relawan juga datang dari TNI Polri, BPBD Kabupaten Kuningan, dan maaih banyaknlagi. Hingga hari ketiga kebakaran di Gunung Ciremai, api masih terlihat membakar ilalang di sekita Bukit Seribu Bintang dan blok Seda. (Rls)
24/10/2026 | HUMAS
Baznas Kuningan Gaungkan Gerakan SPPG Berinfak Dapur Sindangsari 3 dan Dukuh Tengah Jadi Inisiator
Baznas Kuningan Gaungkan Gerakan SPPG Berinfak Dapur Sindangsari 3 dan Dukuh Tengah Jadi Inisiator
(KUNINGAN) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan terus melakukan inovasi dalam penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kali ini, BAZNAS Kabupaten Kuningan menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk penggalangan infak dan sedekah. Gerakan SPPG Berinfak ini diawali dengan penyerahan infak dari para relawan di SPPG Sindangsari 3, Kecamatan Sindangagung, dan SPPG Dukuhtengah, Kecamatan Maleber, pada Senin (12/10/2026). Dalam acara penyerahan infak di dua SPPG tersebut, hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, KH. H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Pd., yang didampingi oleh seluruh Wakil Ketua BAZNAS. Sementara itu, dari pihak SPPG hadir perwakilan yayasan serta Kepala SPPG Sindangsari 3 dan Kepala SPPG Dukuhtengah. Pada kesempatan yang sama, hadir pula perwakilan dari Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan SPPG Kabupaten Kuningan yang diwakili oleh Sekretaris Satgas, Ramdan. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kuningan menerima infak dari para relawan SPPG. Kepala SPPG Sindangsari 3, Alfan, mengatakan bahwa setiap pegawai dan relawan di SPPG diarahkan untuk memberikan dana infaknya melalui BAZNAS Kuningan. "Semoga kami bisa konsisten untuk memberikan infak ini ke Baznas Kuningan. Selama itu kegiatan untuk kebaikan kami akan support,” ujar Alfan yang berasal dari Aceh tersebut. Sementara itu, perwakilan dari yayasan yang menaungi kedua SPPG tersebut, Saddam Husein, mengatakan bahwa Gerakan SPPG Berinfak ini merupakan gerakan yang lahir dari kesadaran akan pentingnya berbagi dengan sesama. "Semoga gerakan SPPG berinfak ini menjadi gerakan yang bisa terus dilakukan. Sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh banyak orang,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah ini. Sedangkan Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, KH. Yusron Kholid, berharap Gerakan SPPG Berinfak dapat menjadi pemantik bagi SPPG lain untuk melakukan hal serupa. "Kami berharap ini menjadi trigger bagi SPPG lain agar mulai membhudayakan berinfak di kalangan SPPG. Kami juga sangat mengapresiasi atas inisiatifnya dari dua SPPG ini yang telah berinfak ke Baznas,” papar Yusron. Yusron menambahkan, jika infak dari SPPG terkumpul secara maksimal, pendistribusiannya pun akan dioptimalkan kembali untuk para relawan SPPG. "Jika ada keluarga relawan yang membutuhkan bantuan sosial, bisa mengajukan ke Baznas Kuningan. Kabar baiknya kami juga mendapat informasi akan ada beberapa SPPG yang dalam waktu dekat akan menyalurkan infaknya ke Baznas Kuningan," tandas Yusron. Di tempat yang sama, Ramdan selaku Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa potensi gerakan ini sangat besar apabila berjalan secara menyeluruh. Jika 182 SPPG di Kabupaten Kuningan dengan total 7.400 relawan semuanya berinfak, dampaknya akan sangat luar biasa bagi masyarakat. "Kami menyambut baik gerakan ini. Semoga gerakan ini akan diikuti oleh SPPG lainnya,” pungkas Ramdan.
12/10/2026 | Humas
Kesadaran Berzakat Meningkat, Perolehan Zakat ASN Dinkes Kuningan dan RSUD Linggarjati Melonjak
Kesadaran Berzakat Meningkat, Perolehan Zakat ASN Dinkes Kuningan dan RSUD Linggarjati Melonjak
KUNINGAN — Kesadaran berzakat di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kuningan menunjukkan tren positif yang signifikan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan mencatat lonjakan pengumpulan zakat pada sektor pelayanan kesehatan, khususnya di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuningan dan RSUD Linggarjati Pada periode September 2026, penghimpunan zakat ASN Dinkes Kabupaten Kuningan yang biasanya berada di kisaran Rp15 juta per bulan naik lebih dari 50 persen hingga menembus angka Rp26 juta. Kenaikan serupa juga ditunjukkan oleh RSUD Linggarjati, di mana capaian zakat ASN meningkat pesat dari yang semula sekitar Rp800 ribu menjadi Rp3,8 juta per bulan. Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan Baznas Kabupaten Kuningan, H. Syarifudin, Lc. (Aip), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan kesadaran para ASN di lingkungan fasilitas kesehatan tersebut. "Peningkatan ini sangat signifikan dan patut diapresiasi. Atas nama Baznas Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran ASN di Dinas Kesehatan dan RSUD Linggarjati yang telah menunjukkan kepedulian dan kesadaran tinggi dalam menunaikan zakat," ujarnya. Waka 1 menjelaskan, capaian ini merupakan buah dari sosialisasi edukatif yang digelar secara berkelanjutan oleh Baznas mengenai zakat profesi, perhitungan nisab, hingga imbauan berinfak bagi pegawai yang belum memenuhi kriteria zakat. Edukasi masif tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Kuningan serta respons positif dari para pimpinan instansi hingga Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kuningan. “Zakat itu sudah jelas hitungannya dan nishabnya. Bagi yang belum masuk nishab bisa dengan berinfak, Hasil dari pengumpulan akan kita distribuskan juga bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan" pungkasnya Dengan meningkatnya perolehan zakat dari Dinkes dan RSUD Linggarjati, Baznas Kabupaten Kuningan optimistis dana yang terhimpun dapat disalurkan secara lebih luas untuk program kemanusiaan, penanganan kesehatan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan.
05/10/2026 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS RI dan BUpati Kuningan Resmikan Balai Ternak di Kuningan
BAZNAS RI dan BUpati Kuningan Resmikan Balai Ternak di Kuningan
Bupati Kuningan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Balai Ternak Mukti Raharja di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi bagian dari penguatan zakat produktif berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Desa Sayana. Program Balai Ternak dirancang sebagai model pengelolaan zakat produktif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., yang diwakili Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo menyampaikan, program ini merupakan model nyata pengelolaan zakat produktif yang berkelanjutan. “Balai Ternak dan Kampung Zakat ini adalah bentuk ikhtiar BAZNAS dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik, agar ke depan mereka mampu bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Eka. Ia menambahkan, program Balai Ternak Mukti Raharja diharapkan mampu menjadi pusat ketahanan pangan desa sekaligus sarana edukasi dan pembinaan peternak. “Kami ingin memastikan amanah para muzaki dikelola secara profesional, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Eka Budhi Sulistyo. Selain itu Bupati Kuningan, Dr. H.Dian Rachmat Yanuar M.Si, yang meresmikan program Balai ternak dalam sambutannya, memberikan apresiasi mendalam atas peran BAZNAS dalam mendorong program Pendayagunaan. "Saya sangat mengapresiasi BAZNAS, karena begitu banyak program yang didorong oleh BAZNAS mengingat APBD kita terbatas," ujar Bupati. Ia menekankan bahwa program ini adalah wujud sinergi nyata untuk pengentasan kemiskinan di Kuningan. "Ini bukan hanya ternak, tetapi berbicara tentang kemandirian. BAZNAS RI, Provinsi, Kuningan, dan juga Pemda Kuningan bersinergi untuk mengentaskan kemiskinan di Kuningan. Hari ini kita luncurkan Balai Ternak untuk kesejahteraan masyarakat desa. Dari 360 desa, Desa Sayana menjadi desa terpilih, jangan khianati amanat ini," pesannya. Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi antar-lembaga. "Program ini merupakan kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS JABAR, serta selaras dengan program Gema Sedulur yang visinya Kuningan Melesat (Gerakan Bersama Ngariksa Dhuafa)," ungkap Ketua BAZNAS Kuningan. Ia menambahkan bahwa potensi besar sektor peternakan domba dan kambing di Kuningan sangat mendukung program ini, didorong oleh kondisi geografis dan kearifan lokal. "Oleh karena itu, Balai Ternak ini dirancang bukan hanya sebagai kandang, tetapi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi syariah yang terintegrasi, yang mengusung konsep 'Dari Mustahik Menuju Muzaki'," tegasnya. Balai Ternak Zakat Mukti Raharja berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi dengan dukungan lahan pakan hijauan seluas 1 hektare. Saat ini, balai ternak tersebut memiliki kapasitas awal sebanyak 244 ekor domba, dilengkapi unit pengelolaan pakan mandiri, area pelatihan, serta sistem pengelolaan ternak yang mengedepankan prinsip kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan. Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, unsur Forkopimda, Ketua LKKS Kuningan, dan Ketua MUI Kuningan dan Ormas Islam Kuningan seperti PD Muhammadiyah, PC NU, PERSIS dan lainnya .
16/12/2025 | Humas
BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Sumber Air Bersih
BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Sumber Air Bersih
Baznas Indonesia melalui Baznas Kuningan salurkan bantuan Air bersih bagi masyarakat desa Sukadana Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan ( Selasa 07/05/2024). Bantuan tersebut berupa Sumur Bor untuk mengalirkan air bersih bagi masyarakat Dusun kliwon desa Sukadana, dengan total bantuan senilai Rp 33.160.000,- . Komisioner baznas H Yusron Kholid M.SI yang mewakili ketua BAZNAS Drs HR Yayan SOfyan MM, gunamenghadiri peresmian tersebut menuturkan bantuan ini merupakan bantuan baznas pusat yang fokus terhadap daerah rawan kekeringan. " menghimbau agar torn air yang berisi 2000 liter itu digunakan untuk kebutuham pokok seperti untuk minum, mandi, wudlu dan masak, jangan dipake nyiram pohon kecuali sisa pakai , dan dapat Ikut menjaga merawat dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik" ungkapnya. Ia juga menambahkan, Insya Alloh akan terus upayakan agar Kuningan mendapat perhatian Baznas pusat guna menanggulangi kebutuhan air di daerah yang kesulitan air. Selain itu Kepala desa Sukadana sangat senang dengan bantuan tersebut karena dapat membantu masyarakat yang setiap kemarau kekurangan air bersih. " Ucapan terimakasih kepada Baznas atas nama warga rt 01 Rw 03, atas bantuan Air bersih untuk warga desa sukadana" ia menambahkan bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warganya mengahadapi musim kemarau yang akan datang Bantuan air bersih ini bukan kali pertama baznas lakukan, Baznas Kuningan sudah 4 kali menerima bantuan selama periode komisioner 2021 2026 dan di berikan di beberapa titik rawan di kabupaten Kuningan
07/05/2024 | HUMAS

Artikel Terbaru

Panduan Lengkap Membayar Fidyah: Pengertian, Kriteria, dan Takarannya
Panduan Lengkap Membayar Fidyah: Pengertian, Kriteria, dan Takarannya
Apa Itu Fidyah? Secara etimologi, kata fidyah berasal dari kata "fadaa" yang berarti mengganti atau menebus. Dalam syariat Islam, fidyah adalah kompensasi yang wajib dibayarkan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan karena kriteria tertentu. Golongan ini diperbolehkan tidak berpuasa dan tidak perlu menggantinya (qadha) di lain waktu, melainkan cukup dengan membayar fidyah. Dalil Kewajiban Fidyah Ketentuan mengenai siapa saja yang diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah tertuang dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 184: "...Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin..." (Q.S. Al-Baqarah: 184) Kriteria Orang yang Wajib Membayar Fidyah Berdasarkan ketentuan fikih, berikut adalah kriteria orang yang diperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah: Lansia (Orang Tua Renta): Seseorang yang kondisinya sudah sangat lemah sehingga tidak memungkinkan untuk berpuasa. Sakit Kronis: Orang yang menderita sakit parah dengan kemungkinan sembuh yang kecil. Ibu Hamil atau Menyusui: Ibu yang merasa khawatir terhadap kondisi kesehatan diri maupun bayinya jika dipaksakan berpuasa (disarankan berdasarkan rekomendasi dokter) Takaran dan Ketentuan Bayar Fidyah Kewajiban fidyah dihitung berdasarkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Satu hari utang puasa berarti memberi makan satu orang miskin. Mengenai takarannya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama: Imam Malik dan Imam Syafi'i: Takaran fidyah adalah 1 mud gandum per hari (setara dengan kurang lebih 675 gram atau 0,75 kg). Ulama Hanafiyah: Takaran fidyah adalah 2 mud atau setara 1/2 sha' gandum. Jika 1 sha' setara dengan 3 kg, maka fidyah yang dibayarkan adalah sekitar 1,5 kg beras. Aturan ini sering digunakan oleh masyarakat Indonesia yang membayar fidyah dalam bentuk beras atau makanan pokok Tunaikan Fidyah Anda Sekarang Mudahkan langkah Anda dalam menyempurnakan ibadah melalui lembaga resmi. Bayar fidyah secara praktis dan aman melalui BAZNAS Kabupaten Kuningan. Klik di Sini untuk Bayar Fidyah Sekarang
06/01/2026 | Humas

BAZNAS TV