
Berita Terkini
Zakat untuk keberlanjutan Pendidikan | Seragam sekolah Silvi Agustina
KUNINGAN-Rumah bercat putih itu berderet rapat. Warnanya serupa. Putih berpadu kelabu. Ukurannya nyaris sama. Sama karena seluruh warga disini merupakan warga pindahan dari desa Randusari dan Kawungsari yang sebelumnya terdampak pembangunan waduk Kuningan.
Di tengah deretan rumah itu tinggal Pasangan Cecep Waluyo dan Sumiasih tinggal beserta tiga anaknya. Anak tertuanya Silvi Agustina. Enam belas tahun. Siswi kelas X SMK I Luragung Kuningan. Tapi sejak masuk SMK awal Juli lalu, Silvi masih berseragam SMP. Bukan karena sudah kotor. Bukan pula tak ada ukuran. Tapi karena ketiadaan biaya untuk membeli lima potong seragam SMK.
“Pihak sekolah memberikan kesempatan hingga alhir Agustus,” ujar Silvi lirih saat dijumpai di kediamannya di Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan.
Setiap hari hanya memakai pakaian bekas SMP tak membuatnya rendah diri saat sekolah di SMK. Silvi mengaku hanya dirinya yang memakai pakaian SMP di SMK i Luragung. “Alhamdulillah temen temen di sekolah tak ada yang menghina. Semuanya baik,” kata Silvi.
Ayahnya kerja serabutan. Ibunya tak bekerja. Setiap hari Silvi pergi ke sekolah dengan cara menumpang kawannya yang memiliki sepeda motor. Jarak rumah ke sekolahnya sekitar dua puluh kilometer. Tak jarang Silvi tak membawa uang jajan saat pergi sekolah.
Sumiasih ibunda Silvi mengaku anaknya saat SMP selalu mendapat rangking. “Selalu sepuluh besar. Anaknya sangat ingin sekolah. Malah ingin terus hingga kuliah,”papar Sumiasih sambil terisak. Sumiasih mengaku mereka berharap betul ada bantuan untuk anaknya sekedar untuk membeli seragam SMK.
Harapan Silvi dan keluarga kembali menyala saat Baznas Kuningan mendatangi kediamannya. Membawa bantuan sekedar untuk membeli seragam alakadarnya. “Kebutuhan lima potong seragam. Kami membantu tidak semua. Tetapi Insya Allah bermanfaat. Ini semua dari para Muzakki,” kata Asep Z. Fauzi Wakil Ketua Ii Baznas Kuningan.
Selain Asep Z. Fauzi nampak pula Abdul Jalil Hermawan saat memberikan bantuan kepada Silvi dan keluarga. “Harapannya kami bisa memantik aksi gotong royong untuk membantu keluarga Silvi ini,” tandas Asfa panggilan akrab Asep Z. Fauzi.
Saat tim Baznas berpamitan, senyum mengembang di bibir Silvi. Air mata menggenang di kelopak bu Sumiasih. (Rls)
04/08/2026 | HUMAS
BAZNAS Kuningan Perkuat Mitigasi Bencana Melalui Program KATANA
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Kuningan menggelar sosialisasi program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana. Langkah ini menjadi wujud komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana.
Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Kabupaten Kuningan sekaligus respons nyata atas Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 500.10.2.1/25/PEREKONOMIAN/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Ciremai.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan untuk memastikan keselamatan warga.
"BAZNAS selain menghimpun, juga mendistribusikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satunya melalui program Kampung Tanggap Bencana ini sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat," ujar Yusron.
Ia menambahkan, mitigasi kebencanaan merupakan ikhtiar yang wajib dilakukan oleh setiap warga.
"Kegiatan mitigasi ini menjadi ikhtiar kita bersama. Meskipun semua musibah datang dari Allah SWT, sebagai manusia yang berakal kita wajib untuk waspada. Kewaspadaan inilah yang kita wujudkan melalui program ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para dermawan (agniya) untuk menunaikan zakat dan sedekah, sebagai bagian ikhtiar langit penolak bala
"Jalmi nu baleunghar sok geura zakat, Jika belum memenuhi syarat dan rukun zakat, gerakkan infaknya. Insyaallah, infak dan sedekah ini dapat menolak bencana," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., mengapresiasi inisiatif BAZNAS.
Ia menekankan pentingnya empat elemen utama mitigasi bagi masyarakat di wilayah rawan, yakni kesadaran risiko, ketangguhan, pengetahuan, dan tanggap bencana.
"Kita menyadari bahwa kita hidup di kawasan yang berisiko. Oleh karena itu, penting adanya mitigasi melalui program Kampung Tanggap Bencana yang digagas BAZNAS ini," kata Indra.
Ia menambahkan, kegiatan di Desa Sangkanherang merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan antara BPBD dan BAZNAS dalam penanganan bencana.
Kepala Desa Sangkanherang, Ahmad Suteja, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian BAZNAS dan Pemkab Kuningan terhadap wilayahnya.
"Desa kami berada di ujung wilayah Jalaksana dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Pembekalan mitigasi ini sangat dibutuhkan oleh warga kami," ungkap Ahmad.
Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) sendiri merupakan program nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah. Program ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS Kuningan Bidang Pendistribusian Asep Z. Fauzi, M.Pd., Pimpinan BAZNAS Kuningan Bidang SDM Abdul Jalil Hermawan, M.Kom., Pimpinan BAZNAS bid Keuangan Adang Romadona S.Pd.i M.H.Kes, komandan BTB Kuningan Moh Entus S.Pd dan jajaran Forkopimcam Jalaksana, serta tokoh masyarakat setempat.
28/07/2026 | HUMAS
BAZNAS Kuningan Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Ibu Nuraeni, Korban Penganiayaan di Maleber
KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa satu unit kursi roda untuk Ibu Nuraeni, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom., sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi Ibu Nuraeni yang mengalami keterbatasan fisik pasca menjadi korban penganiayaan berat.
Sebelumnya, Ibu Nuraeni mengalami luka serius di bagian kepala akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh karyawannya sendiri yang baru bekerja selama tiga hari. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan Ibu Nuraeni mengalami trauma fisik yang mendalam, hingga menyebabkan dirinya hanya bisa terbaring di tempat tidur dan kehilangan kemampuan untuk beraktivitas secara mandiri selama beberapa waktu terakhir.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara amanah untuk program kemanusiaan dan kepedulian sosial.
"Kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa Ibu Nuraeni. BAZNAS Kuningan hadir untuk memberikan dukungan moral maupun stimulus fisik melalui bantuan kursi roda ini. Kami berharap alat bantu ini dapat memudahkan Ibu Nuraeni dalam beraktivitas, membantu meringankan beban pihak keluarga yang merawat, serta menumbuhkan kembali semangat kesembuhan beliau," ujar Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom. saat menyerahkan bantuan tersebut
Pihak keluarga Ibu Nuraeni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kuningan. Dengan adanya kursi roda ini, keluarga berharap Ibu Nuraeni dapat lebih mudah dibantu untuk bergerak, mendapatkan udara segar di luar kamar, serta perlahan-lahan menjalani proses pemulihan fisik dengan lebih baik.
BAZNAS Kuningan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para muzaki, munfik, dan donatur yang senantiasa menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. Sinergi kebaikan inilah yang memungkinkan program-program respons cepat kemanusiaan seperti ini dapat terus berjalan untuk membantu masyarakat Kuningan yang sedang tertimpa musibah
16/07/2026 | HUMAS
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kuningan Persentasikan Potensi ZIS di Kuningan
Ketua BAZNAS Kuningan Drs HR Yayan SOfyan M.M diberikan kesempatan berharga oleh PJ Bupati Kuningan dan Sekda Kuningan untuk mempersentasikan potensi Zakat di Kabupaten Kuningan.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh BAZNAS guna menjelaskan tentang penghimpunan zakat yang sudah berjalan khsusnya dikalangan ASN kuningan, dan potensi zakat ASN kuningan.
dari persentasi tersebut , ketua BAZNAS memaparkan bahwa, potensi zakat dari ASN adalah 22 Milyar, jika di optimalkan dapat digunakan untuk pengetasan kemiskinan di kabupaten kuningan.
dalam agenda tersebut juga BAZNAS siap berkolaborasi dengan Pemda Kuningan dalam pengetasan kemsikinan di kuningan
26-03-2024 | HUMAS

Menghadiri Undangan Pelantikan Pengurus KIC ( Kuningan Islamic Centre )
Ketua BAZNAS Kuningan , mendapatkan undangan untuk menghadiri kegiatan pelantikan pengurus KIC ( Kuningan Islamic Centre) Jumat 29/03/24
29-03-2024 | HUMAS
Berita Pendistribusian

BAZNAS RI dan BUpati Kuningan Resmikan Balai Ternak di Kuningan
Bupati Kuningan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Balai Ternak Mukti Raharja di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi bagian dari penguatan zakat produktif berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Desa Sayana. Program Balai Ternak dirancang sebagai model pengelolaan zakat produktif yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., yang diwakili Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo menyampaikan, program ini merupakan model nyata pengelolaan zakat produktif yang berkelanjutan.
“Balai Ternak dan Kampung Zakat ini adalah bentuk ikhtiar BAZNAS dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik, agar ke depan mereka mampu bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Eka.
Ia menambahkan, program Balai Ternak Mukti Raharja diharapkan mampu menjadi pusat ketahanan pangan desa sekaligus sarana edukasi dan pembinaan peternak.
“Kami ingin memastikan amanah para muzaki dikelola secara profesional, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Eka Budhi Sulistyo.
Selain itu Bupati Kuningan, Dr. H.Dian Rachmat Yanuar M.Si, yang meresmikan program Balai ternak dalam sambutannya, memberikan apresiasi mendalam atas peran BAZNAS dalam mendorong program Pendayagunaan.
"Saya sangat mengapresiasi BAZNAS, karena begitu banyak program yang didorong oleh BAZNAS mengingat APBD kita terbatas," ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa program ini adalah wujud sinergi nyata untuk pengentasan kemiskinan di Kuningan.
"Ini bukan hanya ternak, tetapi berbicara tentang kemandirian. BAZNAS RI, Provinsi, Kuningan, dan juga Pemda Kuningan bersinergi untuk mengentaskan kemiskinan di Kuningan. Hari ini kita luncurkan Balai Ternak untuk kesejahteraan masyarakat desa. Dari 360 desa, Desa Sayana menjadi desa terpilih, jangan khianati amanat ini," pesannya.
Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi antar-lembaga.
"Program ini merupakan kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS JABAR, serta selaras dengan program Gema Sedulur yang visinya Kuningan Melesat (Gerakan Bersama Ngariksa Dhuafa)," ungkap Ketua BAZNAS Kuningan.
Ia menambahkan bahwa potensi besar sektor peternakan domba dan kambing di Kuningan sangat mendukung program ini, didorong oleh kondisi geografis dan kearifan lokal.
"Oleh karena itu, Balai Ternak ini dirancang bukan hanya sebagai kandang, tetapi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi syariah yang terintegrasi, yang mengusung konsep 'Dari Mustahik Menuju Muzaki'," tegasnya.
Balai Ternak Zakat Mukti Raharja berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi dengan dukungan lahan pakan hijauan seluas 1 hektare. Saat ini, balai ternak tersebut memiliki kapasitas awal sebanyak 244 ekor domba, dilengkapi unit pengelolaan pakan mandiri, area pelatihan, serta sistem pengelolaan ternak yang mengedepankan prinsip kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, unsur Forkopimda, Ketua LKKS Kuningan, dan Ketua MUI Kuningan dan Ormas Islam Kuningan seperti PD Muhammadiyah, PC NU, PERSIS dan lainnya .
16/12/2025 | Humas

BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Sumber Air Bersih
Baznas Indonesia melalui Baznas Kuningan salurkan bantuan Air bersih bagi masyarakat desa Sukadana Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan ( Selasa 07/05/2024).
Bantuan tersebut berupa Sumur Bor untuk mengalirkan air bersih bagi masyarakat Dusun kliwon desa Sukadana, dengan total bantuan senilai Rp 33.160.000,- .
Komisioner baznas H Yusron Kholid M.SI yang mewakili ketua BAZNAS Drs HR Yayan SOfyan MM, gunamenghadiri peresmian tersebut menuturkan bantuan ini merupakan bantuan baznas pusat yang fokus terhadap daerah rawan kekeringan.
" menghimbau agar torn air yang berisi 2000 liter itu digunakan untuk kebutuham pokok seperti untuk minum, mandi, wudlu dan masak, jangan dipake nyiram pohon kecuali sisa pakai , dan dapat Ikut menjaga merawat dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik" ungkapnya.
Ia juga menambahkan, Insya Alloh akan terus upayakan agar Kuningan mendapat perhatian Baznas pusat guna menanggulangi kebutuhan air di daerah yang kesulitan air.
Selain itu Kepala desa Sukadana sangat senang dengan bantuan tersebut karena dapat membantu masyarakat yang setiap kemarau kekurangan air bersih.
" Ucapan terimakasih kepada Baznas atas nama warga rt 01 Rw 03, atas bantuan Air bersih untuk warga desa sukadana"
ia menambahkan bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warganya mengahadapi musim kemarau yang akan datang
Bantuan air bersih ini bukan kali pertama baznas lakukan, Baznas Kuningan sudah 4 kali menerima bantuan selama periode komisioner 2021 2026 dan di berikan di beberapa titik rawan di kabupaten Kuningan
07/05/2024 | HUMAS
Artikel Terbaru
BAZNAS TV
Kampung Tanggap Bencana BAZNAS Desa Cileuleuy
Penulis: Humas




