WhatsApp Icon
Baznas Kuningan Gaungkan Gerakan SPPG Berinfak Dapur Sindangsari 3 dan Dukuh Tengah Jadi Inisiator

(KUNINGAN) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan terus melakukan inovasi dalam penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kali ini, BAZNAS Kabupaten Kuningan menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk penggalangan infak dan sedekah.

Gerakan SPPG Berinfak ini diawali dengan penyerahan infak dari para relawan di SPPG Sindangsari 3, Kecamatan Sindangagung, dan SPPG Dukuhtengah, Kecamatan Maleber, pada Senin (12/10/2026).

Dalam acara penyerahan infak di dua SPPG tersebut, hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, KH. H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Pd., yang didampingi oleh seluruh Wakil Ketua BAZNAS. Sementara itu, dari pihak SPPG hadir perwakilan yayasan serta Kepala SPPG Sindangsari 3 dan Kepala SPPG Dukuhtengah. Pada kesempatan yang sama, hadir pula perwakilan dari Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan SPPG Kabupaten Kuningan yang diwakili oleh Sekretaris Satgas, Ramdan.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kuningan menerima infak dari para relawan SPPG. Kepala SPPG Sindangsari 3, Alfan, mengatakan bahwa setiap pegawai dan relawan di SPPG diarahkan untuk memberikan dana infaknya melalui BAZNAS Kuningan.

"Semoga kami bisa konsisten untuk memberikan infak ini ke Baznas Kuningan. Selama itu kegiatan untuk kebaikan kami akan support,” ujar Alfan yang berasal dari Aceh tersebut.

Sementara itu, perwakilan dari yayasan yang menaungi kedua SPPG tersebut, Saddam Husein, mengatakan bahwa Gerakan SPPG Berinfak ini merupakan gerakan yang lahir dari kesadaran akan pentingnya berbagi dengan sesama.

"Semoga gerakan SPPG berinfak ini menjadi gerakan yang bisa terus dilakukan. Sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh banyak orang,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah ini.

Sedangkan Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, KH. Yusron Kholid, berharap Gerakan SPPG Berinfak dapat menjadi pemantik bagi SPPG lain untuk melakukan hal serupa.

"Kami berharap ini menjadi trigger bagi SPPG lain agar mulai membhudayakan berinfak di kalangan SPPG. Kami juga sangat mengapresiasi atas inisiatifnya dari dua SPPG ini yang telah berinfak ke Baznas,” papar Yusron.

Yusron menambahkan, jika infak dari SPPG terkumpul secara maksimal, pendistribusiannya pun akan dioptimalkan kembali untuk para relawan SPPG.

"Jika ada keluarga relawan yang membutuhkan bantuan sosial, bisa mengajukan ke Baznas Kuningan. Kabar baiknya kami juga mendapat informasi akan ada beberapa SPPG yang dalam waktu dekat akan menyalurkan infaknya ke Baznas Kuningan," tandas Yusron.

Di tempat yang sama, Ramdan selaku Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa potensi gerakan ini sangat besar apabila berjalan secara menyeluruh. Jika 182 SPPG di Kabupaten Kuningan dengan total 7.400 relawan semuanya berinfak, dampaknya akan sangat luar biasa bagi masyarakat.

"Kami menyambut baik gerakan ini. Semoga gerakan ini akan diikuti oleh SPPG lainnya,” pungkas Ramdan.

12/10/2026 | Kontributor: Humas
Kesadaran Berzakat Meningkat, Perolehan Zakat ASN Dinkes Kuningan dan RSUD Linggarjati Melonjak

KUNINGAN — Kesadaran berzakat di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kuningan menunjukkan tren positif yang signifikan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan mencatat lonjakan pengumpulan zakat pada sektor pelayanan kesehatan, khususnya di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuningan dan RSUD Linggarjati

Pada periode September 2026, penghimpunan zakat ASN Dinkes Kabupaten Kuningan yang biasanya berada di kisaran Rp15 juta per bulan naik lebih dari 50 persen hingga menembus angka Rp26 juta. Kenaikan serupa juga ditunjukkan oleh RSUD Linggarjati, di mana capaian zakat ASN meningkat pesat dari yang semula sekitar Rp800 ribu menjadi Rp3,8 juta per bulan.

Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan Baznas Kabupaten Kuningan, H. Syarifudin, Lc. (Aip), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan kesadaran para ASN di lingkungan fasilitas kesehatan tersebut.

"Peningkatan ini sangat signifikan dan patut diapresiasi. Atas nama Baznas Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran ASN di Dinas Kesehatan dan RSUD Linggarjati yang telah menunjukkan kepedulian dan kesadaran tinggi dalam menunaikan zakat," ujarnya.

Waka 1 menjelaskan, capaian ini merupakan buah dari sosialisasi edukatif yang digelar secara berkelanjutan oleh Baznas mengenai zakat profesi, perhitungan nisab, hingga imbauan berinfak bagi pegawai yang belum memenuhi kriteria zakat. Edukasi masif tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Kuningan serta respons positif dari para pimpinan instansi hingga Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kuningan.

“Zakat itu sudah jelas hitungannya dan nishabnya. Bagi yang belum masuk nishab bisa dengan berinfak, Hasil dari pengumpulan akan kita distribuskan juga bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan" pungkasnya

Dengan meningkatnya perolehan zakat dari Dinkes dan RSUD Linggarjati, Baznas Kabupaten Kuningan optimistis dana yang terhimpun dapat disalurkan secara lebih luas untuk program kemanusiaan, penanganan kesehatan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan.

05/10/2026 | Kontributor: Humas
Sinergi Pemkab dan BAZNAS Kuningan 1.544 Guru Ngaji Terima Stimulan Program NGAJI DIRI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan pendistribusian stimulan bagi 1.544 penggerak keagamaan di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan tahun 2026.

Penyaluran ini ditujukan bagi takmir masjid, guru ngaji, guru Madrasah Diniyah (MD), guru TKA/TPA, hingga guru TK/RA sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program unggulan Bupati Kuningan, NGAJI DIRI (Nyaah ka Santri, ka Guru Ngaji, jeung Pasantren).

Peluncuran program secara simbolis digelar dalam rangkaian kegiatan Bupati Saba Lembur di Kecamatan Subang, Rabu (8/9/2026). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., kepada para Guru ngaji dan Takmir masjid dari tiga kecamatan awal, yakni Subang, Cilebak, dan Selajambe.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap sektor keagamaan salah satunya memperhatikan para Guru Ngaji dan Takmir Masjid.

"Program NGAJI DIRI adalah salah satu program prioritas dan unggulan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang berfokus pada pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan moral. Program ini memiliki slogan 'Nyaah ka Santri, ka Guru Ngaji, jeung Pasantren' (Sayang kepada santri, guru ngaji, dan pesantren),” ujar Bupati Dian.

Ia juga menambahkan Bahwa BAZNAS Kuningan adalah lembaga resmi pemerintah yang selama ini senantiasa berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan

"Oleh karena itu, bagi Bapak, Ibu, para agniya yang hendak berzakat, berinfak dan bersedekah salurkanlah melalui lembaga resmi yaitu BAZNAS. Nanti dana tersebut akan didistribusikan kepada yang berhak, salah satunya kepada para guru ngaji dan takmir masjid di Kabupaten Kuningan,” tambahnya.

Wakil Ketua 2 BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z Fauzi, M.Pd., didampingi Wakil Ketua 4, Abdul Jalil Hermawan, M.Ikom., menjelaskan bahwa pada tahap awal peluncuran ini disalurkan total bantuan sebesar Rp34,8 juta untuk 87 penerima manfaat di tiga kecamatan.

“Untuk Kecamatan Subang sebesar Rp11,6 juta yang disalurkan kepada 29 penerima manfaat. Begitu juga Kecamatan Cilebak Rp11,6 juta untuk 29 penerima manfaat, dan Kecamatan Selajambe Rp11,6 juta untuk 29 penerima manfaat,” terangnya

Ia juga menambahkan, peluncuran di Kecamatan Subang merupakan titik awal dari pendistribusian stimulan BAZNAS Kabupaten Kuningan tahun 2026 yang akan disalurkan secara bertahap hingga menjangkau 1.544 penerima manfaat di 376 desa dan kelurahan se-Kabupaten Kuningan.

Penyaluran stimulan ini sekaligus memperkuat kolaborasi BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari agenda Bupati Saba Lembur yang memadukan pelayanan publik, penyerapan aspirasi, serta penyaluran manfaat secara langsung kepada masyarakat.

09/09/2026 | Kontributor: Humas
Jadikan Masjid Pusat Peradaban Ekonomi, BAZNAS Luncurkan Progaram BUMi Masjid Rp200 Juta untuk UMKM

KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dorong kemandirian ekonomi berbasis mesjid melalui program BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi MASJID), senilai 200 juta rupaih (sabtu, 15/08/2026)

Bantuan senilai Rp200 juta disalurkan secaea simbolis oleh Bupati Kuningan bersama Jajaran Pimpinan BAZNAS Kuningan melalui  Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sebagai wali amanah, masing-masing Rp100 juta untuk DKM Masjid Jami’ Baiturrohman Kadugede dan Rp100 juta untuk DKM Masjid Al-Kautsar Desa Paninggaran, Kecamatan Darma.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan H. YUsron Kholid S.Ag, M.Si menjelaskan Program ini menyasar 97 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis jamaah yang tersebar di dua wilayah kecamatan.

"Bantuan ini diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di lingkungan masjid dengan skema pinjaman tanpa bunga. Program ini diharapkan menjadi alternatif permodalan yang aman dan sesuai prinsip syariah, sekaligus membantu masyarakat menghindari jeratan pinjaman ilegal” ungkapnya

Ia juga menambahkan bahwa Melalui program ini, program BUMi MASJID merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS Republik Indonesia dalam memfasilitasi bantuan dan pemberdayaan usaha mikro berbasis masjid.

"Kini, fungsi masjid dioptimalkan tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kemandirian ekonomi masyarakat” pungkasnya

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar M.Si menilai program BUMi MASJID memiliki relevansi kuat dengan berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya maraknya judi online dan pinjaman online.

"Judi online dan pinjaman online ini sering kali saling berkaitan. Ketika seseorang kalah atau kekurangan uang karena judi online, mereka kemudian meminjam uang melalui pinjaman online untuk kembali bermain. Akhirnya terjadi lingkaran yang sulit diputus,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Kuningan yang menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Menurutnya, bantuan modal produktif seperti BUMI MASJID dapat menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan secara ekonomi untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau kita ingin program seperti ini terus berkembang, mari kita kuatkan zakat. Bagi yang sudah memenuhi kewajiban zakat, tunaikanlah melalui BAZNAS. Karena zakat yang kita keluarkan hari ini dapat menjadi modal bagi saudara-saudara kita untuk bangkit, berusaha, dan mandiri,” pesan Bupati.

Ketua DKM Mesjid Baiturahman Kadugede merasa bahagia jamaah nya menjadi bagian dari penerima program BUMi Masjid ini

"Mewakili 97 penerima manfaat, kami mengucapkan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan ini. Alhamdulillah, mudah-mudahan amanah permodalan yang diberikan dapat membawa keberkahan dan dorongan kuat bagi kelangsungan serta pertumbuhan usaha warga kami” Pungkasnya.

Program BUMi MASJID diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang efektif, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan yang berkelanjutan melalui optimalisasi peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi.

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Camat Kadugede dan Darma, Kepala KUA Kadugede dan Darma, pengurus DKM Masjid Al-Kautsar Desa Paninggaran, serta pengurus DKM Masjid Jami’ Baiturrohman Desa Kadugede.

 

15/08/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Resmikan Program KATANA di Kuningan, Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

KUNINGAN, 6 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026).

Peresmian ini sekaligus menandai puncak dari pembentukan 10 KATANA dan 10 Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) yang digelar BAZNAS RI sepanjang periode Juli–Agustus 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyambut baik inisiatif BAZNAS dan mengapresiasi sinergi strategis yang terjalin selama ini. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam meminimalkan dampak risiko bencana.

"Kita berprinsip bahwa korban bencana dapat dikurangi apabila masyarakat memiliki kesadaran, kekompakan, serta kolaborasi yang baik. Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan melalui kesiapsiagaan," ujar Bupati Dian.

Bupati juga mengapresiasi sinergi BAZNAS yang selama ini aktif mendukung berbagai program sosial di Kabupaten Kuningan, mulai dari rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan kemanusiaan bagi masyarakat kurang mampu, hingga penanganan warga yang membutuhkan bantuan di luar cakupan program pemerintah.

"BAZNAS telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” pungkas Bupati.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, M.S.I., menjelaskan bahwa pelaksanaan KATANA di Desa Sangkanerang telah berlangsung intensif sejak 28 Juli 2026.

Selama hampir sepuluh hari, masyarakat mendapatkan sosialisasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul, hingga simulasi penanganan darurat.

"Kami berharap Kampung Tanggap Bencana tidak berhenti sebagai program semata, tetapi terus berlanjut menjadi budaya masyarakat. Relawan yang telah dilatih harus menjadi motor penggerak kesiapsiagaan sekaligus contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan," tutur Yusron.

Ia juga menambahkan dengan diresmikannya KATANA di Desa Sangkanerang, Kuningan memilki tiga Kampung Tanggap Bencana, yaitu di Situgede Subang, Kampung Cibapang Desa Cilueuey dan Terakhir di Desa Sangkanerang Kecamatan Jalaksana.

"kedepan Kampung Tanggap Bencana ini juga harus dibarengi dengan optimalisasi penghimpunan Zakat, infak dan sedekah dari para Agniya di Desa Sangkanerang” Pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., menegaskan bahwa KATANA dan MANTAB merupakan upaya terpadu dalam membangun ekosistem tanggap bencana di wilayah rawan seperti Jawa Barat.

Pihaknya siap memberikan dukungan sarana dan program kemanusiaan lanjutan demi menjaga keberlanjutan kapasitas warga.

Kepala Desa Sangkanerang, Ahmad Suteja, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS atas kepercayaan menjadikan desanya sebagai pusat kegiatan Exit Program KATANA tingkat nasional.

"Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Sangkanerang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS. Pelatihan dan sarana yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas serta kewaspadaan warga kami. Kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini dan merawat semangat gotong royong serta kesiapsiagaan di desa kami,” ungkap Ahmad Suteja.

Peresmian Program KATANA ditandai secara simbolis dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Kuningan didampingi jajaran BAZNAS RI, BAZNAS Jabar, BAZNAS Kuningan, unsur Forkopimcam, Kalak BPBD Kuningan, serta Pemerintah Desa Sangkanerang sebagai simbol kewaspadaan dan gotong royong.

Rangkaian acara ditutup dengan simulasi penanganan bencana letusan gunung api dan gempa bumi yang melibatkan relawan, aparat desa, BPBD, dan warga setempat. Simulasi berjalan realistis dan terkoordinasi, menunjukkan kesiapan masyarakat dalam menjalankan prosedur evakuasi serta penyelamatan darurat saat terjadi kondisi krisis

06/08/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Tingkatkan Kapasitas Pencatatan Amil BAZANAS Kuningan Ikuti Pelatihan SIMBA
Tingkatkan Kapasitas Pencatatan Amil BAZANAS Kuningan Ikuti Pelatihan SIMBA
Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan data zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Kuningan menggelar Pelatihan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) selama dua hari, mulai tanggal 3 hingga 4 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kuningan dan menghadirkan tim pelatih langsung dari BAZNAS RI (Pusat). Pelatihan ini diikuti oleh seluruh staf operasional dan pengelola pelaporan BAZNAS Kuningan. Sistem SIMBA sendiri merupakan aplikasi resmi yang dikembangkan oleh BAZNAS RI untuk mendukung pengelolaan data secara terintegrasi, transparan, dan akuntabel dari tingkat pusat hingga daerah. “Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh staf BAZNAS di daerah memahami dan mampu mengoperasikan sistem SIMBA dengan baik. Dengan sistem ini, kita bisa memperkuat tata kelola zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan,” ujar perwakilan tim pelatih dari BAZNAS RI. Komisioner BAZNAS Kabupaten Kuningan H yusron Kholid M.Si, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari BAZNAS RI. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan zakat di Kabupaten Kuningan. Salah satu caranya adalah dengan membekali SDM kami dengan kemampuan digital dan pengelolaan data yang sesuai standar nasional,” tuturnya. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman teknis terkait modul-modul utama dalam SIMBA, seperti modul penghimpunan, pendistribusian, pelaporan keuangan, hingga fitur pelacakan mustahik dan muzaki. Tidak hanya itu, sesi praktik langsung juga menjadi bagian penting dalam pelatihan, agar staf dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan ke depan BAZNAS Kuningan semakin optimal dalam menyajikan data dan laporan yang akurat, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
BERITA07/07/2025 | ah
BAZNAS Kuningan Salurkan Rp 540 Juta untuk Guru Ngaji, Guru Madrasah dan Takmir Masjid
BAZNAS Kuningan Salurkan Rp 540 Juta untuk Guru Ngaji, Guru Madrasah dan Takmir Masjid
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan salurkan bantuan stimulan sebesar Rp 540 juta kepada 1.544 orang penerima manfaat, yang terdiri dari guru ngaji, guru madrasah, pendidik RA/TKA/TPA, serta takmir masjid. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kuningan dalam mendukung visi “Kuningan Melesat”, khususnya pada pilar Ngaji Diri, yang meliputi kepedulian terhadap guru, santri, dan pesantren mandiri serta merupakan bentuk kepedulian baznas kepada para Guru ngaji, takmir mesjid, guru madrsah yang selama ini menjadi ujung tombak kecerdasan spiritual di masyrakat Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan kepada perwakilan empat kecamatan. Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menyampaikan bahwa dana ini merupakan hasil penghimpunan zakat tahun 2025. “Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan Rp 540 juta kepada 1.544 penerima manfaat. Penyaluran selanjutnya akan dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan,” ujarnya. Ketua Baznas menyebutkan, kinerja Baznas Kuningan tahun 2024. Total penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan mencapai Rp 7,624 miliar, dengan distribusi sebesar Rp 6,011 miliar kepada 5.820 mustahik melalui lima program utama, yaitu kemanusiaan, kepedulian, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, memberikan apresiasi atas upaya BAZNAS dalam membantu para guru ngaji dan tokoh agama. “Ini bukan sekadar bantuan uang, tetapi jembatan yang menghubungkan masa kini dan masa depan. Ini memberikan asa bagi kecerdasan spiritual anak-anak kita,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ini merupakan salah satu bukti bahwa dana zakat yang selama ini dikelola oleh BAZNAS Kuningan dijalankan secara profesional dan dapat memberikan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan “Saya ko yakin, jika 12.800 ASN di Kabupaten Kuningan konsisten menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Kuningan, InsyaAllah kemiskinan di Kabupaten Kuningan akan terurai.” pungkasnya Senada dengan itu, Komisioner BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ali Kosim, S.H.I., M.Ag., menambahkan bahwa BAZNAS Kuningan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat selama ini telah banyak berkolaborasi. “Alhamdulilah kolaborasi kami, contohnya kemarin dalam program Balai Ternak di Desa Sayana, yang saya dengar hari ini program mengalami perkembangan yang baik. Program-program pemberdayaan ini terbukti mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS adalah mitra strategis Pemerintah daerah dalam isu isu kemanusiaan dan kemiskinan. “Kami berharap dukungan penuh dari Pak Bupati baik dalam penghimpunan maupun dalam kolaborasi program ke depan. Karena tidak ada satu pun program BAZNAS di berbagai daerah yang bertentangan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Termasuk bantuan untuk guru ngaji ini, saya yakin sangat sejalan dengan program Pak Bupati.” pungkasnya Penyaluran ini menandai langkah strategis BAZNAS Kabupaten Kuningan dalam memastikan dana zakat benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak, serta mendorong lahirnya sinergi yang lebih kuat antara lembaga zakat dan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Komisioner BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Ali Kosim, S.H.I., M.Ag, Ketua BAZNAS Kuningan Drs. H. Yayan Sofyan, M.M, serta Komisioner BAZNAS Kuningan H. Yusron Kholid, M.Si dan Dr. H. Uci Sanusi, M.Pd.
BERITA21/05/2025 | HUMAS
BAZNAS Hadirkan Dapur Air dalam Giat Susur Sungai IPMA Awirarangan
BAZNAS Hadirkan Dapur Air dalam Giat Susur Sungai IPMA Awirarangan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan melalui unit Baznas Tanggap Bencana (BTB) menghadirkan layanan Dapur Air dalam kegiatan susur sungai yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Awirarangan (IPMA) di aliran Sungai Citamba, Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, pada Sabtu (10/5). Kegiatan ini bertujuan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyediakan layanan kemanusiaan berupa Dapur Air Baznas bagi para relawan dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, serta melibatkan berbagai pihak, di antaranya Ikatan Pemuda Awirarangan (IPMA), BPBD Kuningan, dan stakeholder terkait lainnya. Dalam keterangan nya, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. “Baznas peduli terhadap kebersihan sungai, karena menjaga kebersihan sungai merupakan kewajiban kita, sebab sungai adalah tempat mengalirkan air ke sawah-sawah dan menopang keberlanjutan kehidupan kita,” ujarnya. Selain aksi bersih-bersih sungai, Baznas juga menghadirkan Dapur Air Baznas, yang menyediakan minuman dingin, kopi, dan sejenisnya untuk para relawan serta masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan. “Selain program kemanusiaan, program menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari perhatian Baznas, melalui BTB. Kami menyediakan Dapur Air Baznas sebagai bentuk layanan untuk para relawan dan masyarakat yang kehausan saat bertugas,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai serta memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga kemanusiaan dalam upaya pelestarian lingkungan.
BERITA10/05/2025 | HUMAS
H. DUDUNG DAN KELUARGA, OWNER AS PUTRA GRUP, SALURKAN ZAKAT MELALUI BAZNAS KUNINGAN
H. DUDUNG DAN KELUARGA, OWNER AS PUTRA GRUP, SALURKAN ZAKAT MELALUI BAZNAS KUNINGAN
Pemilik AS Putra Grup, Pak H. Dudung beserta keluarga, menyalurkan zakat maal sebesar Rp40 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kuningan, Senin (24/03/2025) Prosesi penyerahan zakat ini dilakukan langsung di kantor AS Putra dan diterima oleh Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, didampingi Pimpinan BAZNAS Dr. K.H. Aang Asyari, Lc., M.Si, dan Dr. H Uci Sanusi M.Pd Dalam kesempatan tersebut, Pak H. Dudung menyampaikan bahwa zakat yang disalurkan ini merupakan bagian dari komitmen AS Putra Grup dalam menjalankan kewajiban sebagai perusahaan yang bergerak di berbagai sektor bisnis, di antaranya ayam broiler, telur, hotel, dan lainnya. "Alhamdulillah, hari ini saya dan keluarga menunaikan zakat melalui BAZNAS. Saya meminta doanya agar usaha di bawah naungan AS Putra Grup semakin berkembang dan diberikan keberkahan” ujar Pak H. Dudung. Ia juga menambahkan bahwa momen ini dimanfaatkan untuk mengenalkan keluarga kepada BAZNAS, dengan harapan agar semangat menunaikan zakat dapat diteruskan oleh generasi berikutnya. "Pada hari ini juga saya mengenalkan keluarga saya ke BAZNAS agar ke depannya langkah-langkah yang sudah baik dapat diteruskan, termasuk kewajiban menunaikan zakat" tambahnya. Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, mengapresiasi kepedulian Pak H. Dudung dan keluarga dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kuningan. "Mudah-mudahan usahanya semakin maju dan berkah. InsyaaAllah didampingi doa orang-orang yang dibantu melalui dana zakat dari Pak Haji dan keluarga, usaha yang dijalankan akan semakin berkah" ucapnya. Sementara itu, Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS Kuningan, Dr. K.H. Aang Asyari, Lc., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. "Terima kasih karena selama ini telah mempercayakan zakat maal-nya melalui BAZNAS Kuningan. Selain membawa keberkahan, tentu sebagai perusahaan, zakat ini juga dapat bermanfaat sebagai pengurang pajak", jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Pak H. Dudung merupakan salah satu aghniya yang konsisten dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. "Alhamdulillah, Pak Haji menjadi salah satu aghniya yang konsisten dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan menitipkan zakatnya setiap tahun melalui BAZNAS Kuningan" tambahnya. Dengan adanya kontribusi dari para muzakki seperti Pak H. Dudung dan keluarga, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS Kuningan. Semoga langkah baik ini menjadi inspirasi bagi perusahaan dan individu lain untuk ikut serta dalam menunaikan zakat guna membantu sesama.
BERITA24/03/2025 | Humas
Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan Salurkan Zakat Melalui BAZNAS Kuningan
Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan Salurkan Zakat Melalui BAZNAS Kuningan
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya membersihkan harta, Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Kuningan. Dari total Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota, disepakati sebesar Rp 7 juta dialokasikan untuk kegiatan sosial, dengan rincian Rp 5 juta diserahkan melalui BAZNAS Kuningan dan Rp 2 juta akan didistribusikan langsung oleh anggota koperasi. Penyerahan zakat dilaksanakan pada Kamis, 13 Maret 2025 bertempat di Aula Kelurahan Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Zakat secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan kepada Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H. R. Yayan Sofyan, M.M. Ketua Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan Ibu Hj Cucu Susilawati S.Sos dalam sambutannya menyampaikan, "Kami berharap zakat ini dapat mensucikan rezeki dan membawa keberkahan bagi usaha koperasi kami. Semoga ini menjadi langkah baik dalam memperkuat kepedulian sosial serta mendorong semangat berbagi di lingkungan koperasi." Acara penyerahan tersebut turut disaksikan langsung oleh Pj. Sekda Kabupaten Kuningan, Bapak Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si, Dewan Pembina Koperasi Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., dan Ketua TP PKK Kuningan, Ibu Hj. Ela Helayati, S.Sos. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap inisiatif koperasi yang turut berperan dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H. R. Yayan Sofyan, M.M., mengapresiasi langkah Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan. "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Zakat yang dititipkan ini insyaAllah akan kami salurkan kepada masyarakat yang berhak, sesuai ketentuan syariah. Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh anggota koperasi," ujarnya. Melalui kegiatan ini, Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam mengembangkan usaha anggota, tetapi juga dalam menumbuhkan solidaritas sosial dan berbagi manfaat kepada sesama.
BERITA13/03/2025 | Humas
ZCorner Pusat Kuliner Halal Berbasis Pemberdayaan di Kabupaten Kuningan
ZCorner Pusat Kuliner Halal Berbasis Pemberdayaan di Kabupaten Kuningan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan menggelar acara Soft Launching Z Corner yang bertempat di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan (Rabu 12/03/2025) ZCorner hadir sebagai foodcourt berbasis pemberdayaan yang mengusung konsep kuliner halal, aman, dan sehat (KHAS) serta dikelola secara profesional. Berlokasi strategis di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, ZCorner tidak hanya menjadi tempat makan yang nyaman, tetapi juga memiliki potensi berkembang menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik perhatian masyarakat luas. Sebagai Pusat Kuliner Halal, ZCorner menjadi wadah kolaborasi kebaikan dengan menyediakan makanan dan minuman yang higienis, sehat, dan sesuai standar syariah. UMKM mustahik berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan tenant-tenant yang ada, sehingga program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga membangun ekosistem halal yang berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kuningan Drs HR yayan Sofyan MM dalam sambutannya menuturkan bahwa Z Corner merupakan inovasi program pemasaran produk-produk binaan BAZNAS, yang bertujuan mendukung perekonomian UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) serta meningkatkan taraf hidup para mustahik "Terimakasih kepada BAZNAS Pusat, yang telah menjadikan kabupaten kuningan sebagai salah satu penerima program Z corner, Z Corner menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS dalam memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan mustahik.” Ujarnya Ia juga menambahkan bahwa Z Corner juga diharapkan menjadi model percontohan bagi desa-desa lainnya dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah. "z corner ini adalah bentuk inovasi, dalam pendistribusian zakat dan penguatan ekonomi umat, agar zakat tidak hanya sekedar bantuan konsumtif, tetapi juga menjadi pilar penting penggerak ekonomi masyarakat”. Pungkasnya Ia juga berharap, kedepan para Mustahik yang tergabung dalam UMKM binaan baznas, dapat menjadi muzaki, dan menitipkan sebagian hartanya melalui BAZNAS, agar lebih banyak orang yang mendapat manfaat Selain itu, kepala Desa Timbang mengucapkan terimakasih kepada BAZNAS atas program pemberdayaan yang diberikan bagi masyrarakatnya "Kami berharap Z Corner ini menjadi tempat yang membawa manfaat, khusunya bagi UMKM di desa timbang, juga bagi masyrakat sekitar yang membutuhkan jajanan bisa memanfaatkan tempat ini, agar ekonmi di desa kami berputar” Ujarnya Acara soft launching ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kuningan Drs. H. R. Yayan Sofyan, M.M., bersama Pimpinan BAZNAS Kuningan lainnya, yaitu H. Yusron Kholid, M.S.I., KH. Aang Syari, Lc., M.S.I., dan Dr H. Uci Sanusi, M.Pd. Turut hadir pula Kepala Desa Timbang, Kepala KUA Kecamatan Cigandamekar, dan Ketua UPZ (Unit Pengumpul Zakat) yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini
BERITA13/03/2025 | Humas
Sempurnakan Ramadhan, Menag RI Imbau Masyarakat Berzakat Melalui BAZNAS
Sempurnakan Ramadhan, Menag RI Imbau Masyarakat Berzakat Melalui BAZNAS
Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengimbau masyarakat untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Hal itu disampaikan Menag Nasaruddin dalam acara Ngaji Bareng BAZNAS Edisi Ramadhan 1446 H yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar menegaskan, zakat merupakan bagian penting dari penyempurnaan ibadah di bulan suci Ramadhan. "Sebagaimana shalat dan puasa, zakat juga menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Menunaikan zakat melalui BAZNAS memastikan bahwa dana yang kita salurkan dikelola dengan amanah dan tepat sasaran, karena BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang bertanggung jawab mengelola dana zakat, infak, dan sedekah," ujarnya. Ia juga menekankan, BAZNAS memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan dan profesional, sehingga dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan memastikan bantuan yang disampaikan tepat sasaran. "Tentunya sebagai lembaga pemerintah, BAZNAS diawasi oleh berbagai elemen masyarakat dalam pengelolaannya, diaudit. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS," tambahnya. Menag Nasaruddin juga mengingatkan, zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat. "Zakat memiliki potensi besar dalam mengentaskan kemiskinan. Jika seluruh umat Islam membayarkan zakatnya dengan tertib, maka manfaatnya akan sangat besar bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan masalah kemiskinan di Indonesia bisa selesai hanya dengan dana zakat saja jika potensi zakat yang luar biasa ini bisa kita kelola dengan baik, belum yang lainnya," jelasnya. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran berzakat. "Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah, perhitungkan zakat harta kita, zakat profesi kita, kalau tidak bisa menghitung sendiri, serahkan kepada amil BAZNAS untuk menghitungnya," katanya. Menag Nasaruddin kembali mengajak umat Islam untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari komitmen sosial dan ibadah yang paripurna di bulan suci ini. "Jangan ragu untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Mari bersama-sama kita optimalkan potensi zakat untuk membangun kesejahteraan umat dan mewujudkan kesejahteraan umat," ucapnya.
BERITA12/03/2025 | Humas
Lewat Balai Ternak, BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Peternak Binaan Jadi Muzaki
Lewat Balai Ternak, BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Peternak Binaan Jadi Muzaki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Balai Ternak berhasil memberdayakan 59 peternak binaan hingga bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki pada awal 2025 ini. Selain melahirkan muzaki baru, Balai Ternak BAZNAS juga mencatatkan pencapaian lain dengan berhasil mengentaskan 335 peternak hingga berada di atas Had Kifayah dan berhasil melewati garis kemiskinan. Berdasarkan data Puskas BAZNAS, had kifayah nasional pada 2024 mencapai Rp4,61 juta, meningkat dari Rp4,22 juta pada 2023 dan Rp3,01 juta pada 2018. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan, program ini menjadi bukti nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. "Balai Ternak BAZNAS bukan sekadar bantuan sementara, tetapi juga solusi jangka panjang yang mampu meningkatkan taraf hidup mustahik hingga mereka naik kelas menjadi muzaki. Ini adalah bentuk nyata dari konsep pemberdayaan berbasis zakat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (26/2/2025). Saidah menyampaikan, sebanyak 59 peternak binaan yang telah menjadi muzaki ini tersebar di 13 titik Balai Ternak di Pulau Jawa, yaitu Purworejo, Gresik, Kulon Progo, Garut, Madiun, Ngawi, Kebumen, Magelang, Serang, Gunung Kidul, Rembang, Banyumas, dan Bantul. "Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 telah mandiri, sementara 21 orang lainnya masih dalam pendampingan. Mereka terdiri atas 57 peternak laki-laki dan 2 perempuan, dengan masa pendampingan antara 12 hingga 72 bulan," jelas Saidah. Saidah menyampaikan, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini agar semakin banyak peternak yang merasakan manfaatnya dan dapat bertransformasi menjadi muzaki. "Efek domino dari program ini sangat besar. Ketika peternak sejahtera, mereka mulai membeli pakan dari pemasok lokal, menggunakan jasa transportasi, hingga mempekerjakan tenaga kerja dari komunitas sekitar,” ujar Saidah. "Kami berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Terima kasih juga kami ucapkan kepada para muzaki yang telah membantu menyejahterakan umat dan mendukung program-program BAZNAS,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menambahkan, keberhasilan program Balai Ternak tidak lepas dari pola pendampingan intensif dan sistematis yang diterapkan kepada para peternak. "Capaian ini menunjukkan bahwa program Balai Ternak berhasil memberikan pendampingan yang optimal kepada peternak di berbagai daerah, meskipun dihadapkan pada beragam tantangan," ujar Eka. Ia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi peternak binaan BAZNAS meliputi kondisi geografis, aksesibilitas lokasi, cuaca, hingga fluktuasi harga pakan dan ternak. Namun, dengan bimbingan dan dukungan berkelanjutan, mereka mampu mengelola usaha ternak secara mandiri dan berkelanjutan. "Keberhasilan ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah peternak yang naik status dari mustahik menjadi muzaki. Hal ini menjadi bukti bahwa program Balai Ternak BAZNAS tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berdampak nyata," ujarnya. Setiap tahun Balai Ternak BAZNAS melahirkan muzaki baru. Pada 2024 lalu terdapat 9 muzaki baru, 2023 (15 muzaki), 2022 (8 muzaki), 2021 (11 muzaki), 2020 (2 muzaki), 2019 (7 muzaki) dan 2018 (7 muzaki). Penghasilan muzaki baru Balai Ternak dari Rp6,650,794 s.d. Rp34,201,758 (nishab 2022: Rp6,607,748 dan nishab 2024: Rp6,859,394). Balai ternak merupakan salah satu program BAZNAS dalam rangka pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan, yang menyasar peternak mustahik sebagai penerima manfaatnya. Komoditas ternak yang dibudidayakan yaitu domba, kambing, sapi, dan ayam broiler. Hingga saat ini terdapat 51 Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di seluruh Indonesia.
BERITA27/02/2025 | Humas
Sukses Berdayakan Mustahik, Program Zmart BAZNAS RI Cetak 224 Muzaki Baru
Sukses Berdayakan Mustahik, Program Zmart BAZNAS RI Cetak 224 Muzaki Baru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program pemberdayaan ekonomi Zmart kembali berhasil memberdayakan 224 mustahik binaan naik kelas menjadi muzaki pada awal tahun 2025 ini. Adapun penghasilan yang didapatkan oleh 224 mustahik binaan usaha warung Zmart berkisar Rp5.567.000 hingga Rp25.267.700 per bulan dengan nishab Rp5.300.000 (2020) dan Rp.6.644.868 (2021). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti efektivitas zakat sebagai instrumen pemberdayaan. "Program Zmart bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi upaya nyata dalam meningkatkan kapasitas usaha ritel mikro. Mustahik yang dulu menerima zakat kini menjadi muzaki yang berkontribusi kembali kepada masyarakat,” ujar Saidah, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (27/2/2025) Saidah menyampaikan, dari 224 muzaki baru yang lahir dari program Zmart, sebanyak 178 adalah perempuan dan 46 laki-laki, yang tersebar di 23 provinsi. Dari jumlah tersebut, 170 telah mandiri, sementara 54 orang lainnya masih dalam pendampingan BAZNAS. "Pendampingan intensif dilakukan selama 12 hingga 24 bulan oleh tim yang terdiri dari 24 pendamping Zmart. Selama periode tersebut, kami (BAZNAS) terus memantau perkembangan usaha mustahik binaan melalui dashboard Monitoring Laporan Harian Pendamping Direktorat Pendayagunaan," jelas Saidah. Dalam enam tahun terakhir, lanjut Saidah, jumlah muzaki baru terus bertambah. Pada 2019 tercatat 9 muzaki baru, kemudian meningkat menjadi 76 orang pada 2020. Pada 2021 jumlahnya mencapai 21 orang, disusul 50 orang pada 2022, lalu 15 orang pada 2023, dan 53 orang pada 2024. "Tren positif ini menunjukkan keberhasilan pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh BAZNAS," ujar Saidah Menurut Saidah, keberhasilan program Zmart membuktikan bahwa zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. "Kami ingin menciptakan lebih banyak mustahik yang naik kelas menjadi muzaki sehingga roda ekonomi umat terus berputar dan memberi manfaat lebih luas,” katanya. Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperluas program Zmart agar semakin banyak mustahik yang bisa naik kelas. Dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi berkelanjutan, program ini diharapkan semakin efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Menurutnya, Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan "Transformasi mustahik menjadi muzaki yang dilakukan melalui Zmart membuktikan bahwa zakat memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," pungkasnya. Hingga kini, pada masa periode pendampingan tahun 2023-2025, Direktorat Pendayagunaan BAZNAS telah membina 4.588 penerima manfaat usaha Zmart di 34 provinsi. Dari jumlah tersebut, 224 orang telah naik kelas menjadi muzaki, 653 orang berhasil keluar dari had kifayah, dan 734 orang melampaui garis kemiskinan. Sementara itu, 2.977 penerima manfaar Zmart masih berjuang untuk lepas dari garis kemiskinan. Program Zmart adalah program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pengembangan warung/toko yang dimiliki mustahik dengan skala mikro sampai kecil untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah meningkatkan kapasitas warung sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah pasar retail modern serta mengatasi kemiskinan
BERITA27/02/2025 | Humas
BAZNAS Kuningan Pelopori Kampung Zakat Selajambe, Kini punya Program Santri Kalong Reborn
BAZNAS Kuningan Pelopori Kampung Zakat Selajambe, Kini punya Program Santri Kalong Reborn
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan turut berperan dalam peresmian Kampung Zakat di Desa Selajambe. Acara ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan pendidikan agama di masyarakat, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Selajambe bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan elibatkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang salah satu didalamnya adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan. Dalam peresmian yang dihadiri oleh Dirjen Kemenag RI, Selasa (25/02/2025) di desa Selajambe Kampung Zakat ini mengusung program unggulan Santri Kalong Reborn. Program ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan gawai di kalangan anak-anak dengan menggantinya melalui kegiatan mengaji, sehingga membentuk generasi yang lebih religius dan berakhlakul karimah. PJ Sekda Kuningan Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si mengungkapkan bahwa Zakat bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan sosial "Dengan adanya sinergi antara program santri kalong dan kampung zakat ini, kita berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih berilmu, mandiri, dan berakhlakul karimah.” Selain itu, ia juga menambahkan pentingnya pengelolaan dana donasi atau infak dari masyrakat “Dana zakat yang terhimpun dan terkelola dengan baik akan menjadi modal utama dalam memperkuat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta sosial keagamaan bagi masyarakat di sekitar,” ujar Benny. BAZNAS Kuningan telah berkontribusi dalam pembentukan Kampung Zakat di Desa Selajambe sejak tahun 2023. Pengurus Kampung Zakat mengelola dana infak dari masyarakat, yang kemudian disetorkan melalui BAZNAS, dan didistribusikan 100% untuk kemaslahatan warga Desa Selajambe. Selain itu, pada acara peresmian ini, BAZNAS Kuningan juga memberikan bantuan paket mebel untuk menunjang kegiatan belajar para santri dalam program Santri Kalong Kampung Zakat. Dengan peran serta dari BAZNAS Kuningan, Kampung Zakat diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan zakat sebagai instrumen sosial yang tidak hanya memperkuat pendidikan agama, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Keberadaan program ini menunjukkan komitmen dalam membangun komunitas yang lebih religius, berdaya, dan sejahtera.
BERITA26/02/2025 | Humas
Kuningan Tetapkan Zaat Fitrah 2,5 Kg atau Senilai 37.500
Kuningan Tetapkan Zaat Fitrah 2,5 Kg atau Senilai 37.500
Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan besaran zakat fitrah untuk Ramadhan 1446 H/2025 sebesar 2,5 kilogram beras atau setara dengan Rp 37.500 per jiwa. Penetapan ini dilakukan dalam rapat Dewan Syariah yang berlangsung di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kuningan pada Selasa (4/2/2025). Asisten Daerah (Asda) I Pemda Kuningan, H. Toni Kusumanto, AP., M.Si., yang memimpin rapat, menjelaskan bahwa besaran zakat fitrah ditetapkan berdasarkan harga rata-rata beras yang dikonsumsi masyarakat Kuningan. "Penentuan nominal zakat ini mempertimbangkan harga beras di pasaran, sebagaimana disampaikan oleh DISKOPDAGPERIN, serta hasil musyawarah dengan para tokoh agama," ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menyampaikan bahwa penetapan tersebut juga merujuk pada Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah dan Keputusan Ketua BAZNAS Pusat no 06 tahun 2025 "Menguatkan hasil musyawarah dengan para tokoh agama, kami juga merujuk pada PMA no 52 yang menyatakan beras atau makanan pokok dapat diganti dalam bentuk uang dengan nilai yang setara, yakni sebesar 2,5 kilogram beras” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa besaran nominal ini juga ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kuningan agar tetap terjangkau, namun tetap sesuai dengan prinsip syariat Islam dalam menunaikan zakat fitrah "Nominal Rp 37.500 didasarkan pada harga beras yang layak dikonsumsi dengan mempertimbangkan potensi fluktuasi harga menjelang Ramadhan yakni yang di kisaran Rp 15.000 per kilogram” pungkasnya Keputusan mengenai besaran zakat fitrah ini merupakan hasil musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Kuningan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kuningan, dan Kementerian Agama Kuningan. Selain itu, pertimbangan dan pandangan dari para tokoh agama yang hadir, seperti dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuningan, perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kuningan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuningan, Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Umat Islam (PUI) Kuningan, turut menjadi dasar dalam penetapan nominal zakat fitrah ini.
BERITA05/02/2025 | Humas
BAZNAS Kuningan Bantu Ringankan Beban Musibah Longsor
BAZNAS Kuningan Bantu Ringankan Beban Musibah Longsor
Bencana longsor di dusun Purwasari, desa Cimara kecamatan Cibeureum Kuningan, Sabtu 18 Januari 2025, mengakibatkan 3 bangunan rumah ambruk terbawa pergerakan tanah dipinggiran tebing serta 9 rumah warga yang terancam bergeser akibat curah hujan yang cukup tinggi. Musibah itu tidak memakan korban jiwa, namun pemilik rumah yang ambruk serta yang terkena dampak terpaksa diungsikan ke masjid kampung dan rumah warga yang dinyatakan aman. Baznas kabupaten Kuningan pada kesempatan membersamai Hj. Tuti Andriani, wakil bupati Kuningan terpilih, turut serta membantu warga yang mendapat musibah berupa 5 kasur tipis, 6 selimut tebal, beras, air minum dan dana 5 juta sebagai bantuan sementara. Ketua Baznas Kuningan Drs.HR. Yayan Sofyan MM didampingi wakil ketua H.Yusron Kholid M Si, menyampaikan pesan disertai doa *agar semua warga khususnya yang mengalami musibah untuk tetap tabah dan tetap shobar, karena ini semua ujian dari Alloh SWT*. Baznas Kuningan siap bekerjasama dengan BPBD juga aparat desa dalam menanggulangi musibah kemanusiaan dengan harapan warga tetap optimis, karena pemkab Kuningan beserta stake holder terkait terus memantau dan siap membantu agar rumah yang ambruk dapat kembali berdiri. Baznas Kuningan juga telah berkoordinasi dengan Baznas propinsi dan BAZNAS RI untuk berkenan membantu bencana longsor Kuningan, karena kami diminta laporan kejadian dan langsung assesment wilayah yang terkena dampak itu. "Insya Alloh Baznas propinsi siap segera membantu meringankan beban warga yang terkena musibah" pungkas kang Haji Yayan sapaan akrabnya.
BERITA20/01/2025 | HUMAS
BAZNAS Kuningan Salurkan Program Rumah Layak Huni untuk Ibu Uun Unasih di Desa Giriwaringin
BAZNAS Kuningan Salurkan Program Rumah Layak Huni untuk Ibu Uun Unasih di Desa Giriwaringin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui Program Rumah Layak Huni (RLHB). Salah satu penerima manfaat program ini adalah Ibu Uun Unasih, warga Dusun 3, Desa Giriwaringin, yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan. Rumah tersebut terbuat dari bilik bambu yang sudah rapuh dan tidak layak untuk dihuni. Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menjelaskan bahwa Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu wujud nyata dari visi dan misi BAZNAS untuk mensejahterakan umat. "Alhamdulillah, BAZNAS Indonesia melalui BAZNAS Kuningan telah menggulirkan program RLHB sebanyak 11 rumah dengan total nilai Rp275 juta. Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah yang masuk kategori tidak layak atau memprihatinkan," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa untuk merealisasikan bantuan Rumah Layak Huni (RLHB) dari BAZNAS, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat dan desa. Hal ini karena dana yang diberikan hanya sebesar Rp25 juta/rumah. "Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, jajaran pemerintah, dan masyarakat yang bergotong royong membantu mewujudkan rumah bagi penerima bantuan. Saya mengapresiasi pemerintahan desa sangat konsisten melaksanakan program pemberdayaan yang sinergis dengan BAZNAS," tambahnya. Selain itu, ia melihat bahwa Desa Giriwaringin memiliki potensi pemberdayaan yang bisa disinergikan lebih lanjut dengan BAZNAS di masa depan. "Mudah-mudahan ke depannya Desa Giriwaringin dapat menjadi pilot project dalam program pemberdayaan aspek ekonomi dan sosial, seperti ternak kambing, sapi, serta potensi pertanian. Jika dikelola dengan baik, ini dapat merubah mustahik menjadi muzaki," pungkasnya. Kepala Desa Giriwaringin, Sobarudin, yang akrab disapa Obay, menyampaikan apresiasinya terhadap program-program BAZNAS dalam bidang pemberdayaan dan sosial. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas program RLHB ini. Program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu di desa kami, khususnya untuk Bu Uun, yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan," ungkapnya. Selain program renovasi rumah, Obay juga menjelaskan bahwa Desa Giriwaringin menerima program pemberdayaan berupa Balai Ternak Kambing dari BAZNAS Kuningan. "Tentu saya berharap ke depannya Desa Giriwaringin dapat menjadi Kampung Zakat sebagai bentuk dukungan dan kemitraan dengan BAZNAS dalam menjalankan program-program sosial bagi masyarakat," pungkasnya.
BERITA30/12/2024 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kuningan Resmi Luncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
BAZNAS Kabupaten Kuningan Resmi Luncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan secara resmi meluncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kampung Cibapang, Desa Cileuleuy, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (21/12/2024). Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, didampingi oleh BPBD Kuningan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kuningan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peluncuran program ini. "Alhamdulillah, selama delapan hari, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendampingi masyarakat dan memberikan berbagai edukasi melalui modul materi yang telah disusun. Tujuannya adalah agar masyarakat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi bencana," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS melalui lembaga programnya, BTB, untuk berpartisipasi dalam penanganan bencana di Kabupaten Kuningan. "Tentu, harapan kami adalah masyarakat mampu menerapkan langkah-langkah strategis yang telah diberikan. Meskipun kita tidak mengharapkan terjadinya bencana, antisipasi dan kesiapsiagaan tetap harus dipersiapkan," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Desa Cileuleuy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kuningan atas pelaksanaan Program KATANA di desanya. "Kehadiran program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengenali risiko bencana, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat kemampuan warga untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa depan," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Program KATANA diharapkan dapat memberikan dampak positif melalui pelatihan dan simulasi yang dirancang untuk mengurangi risiko bencana. Dengan adanya kolaborasi antara BAZNAS, BPBD, dan masyarakat, Kepala Desa optimis Desa Cileuleuy dapat menjadi desa yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan bencana. Peluncuran Program KATANA ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat yang antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi, pengkajian risiko bencana, pembuatan peta ancaman dan evakuasi, hingga pengembangan sistem peringatan dini yang ditutup dengan simulasi penanganan bencana. Langkah ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang efektif antara lembaga pemerintah, masyarakat, dan organisasi lainnya dalam mendukung pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
BERITA21/12/2024 | Humas
BTB BAZNAS Kuningan Sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana
BTB BAZNAS Kuningan Sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana
Dalam rangka menindaklanjuti program BAZNAS Tanggal Bencana Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Kuningan melalui BTB gelar sosialisasi Kampung Tanggap Bencana yang bertempat di Kampung Cibapang Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur.A BZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Kuningan melaksanakan kegiatan KATANA ini selama 7 hari kedepan, yang dimana masyarakat akan dibekali Materi-materi yang berkaitan dengan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) serta bagaimana menghadapi situasi jika terjadi bencana menimpa. Pada kegiatan sosialisasi Kampung Tanggap Bencana ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana Bpbd Kab. Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP, Komisioner BAZNAS Kab. Kuningan H. Yusron Kholid, M.Si, Amil BAZNAS, Kepala desa Cileuluey beserta jajan BPD dan lembaga desa lainnya, tim fasilitator Katana beserta Tim relawan BTB kab. Kuningan serta 115 lebih masyarakat Kampung Cibapang Desa Cileuleuy. Sosialisasi KATANA ini menuai respon positif dari pemerintahan desa beserta masyarakat dikarenakan, program ini dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya peningkatan kapasitas dalam pengurangan resiko bencana. Dalam kesempatan ini Kepala desa Cileuleuy berterimakasih kepada BAZNAS kabupaten Kuningan dikarenakan sudah mau melaksanakan kegiatan Katana ini di desa Cileuleuy. "Saya berharap masyarakat dapat ikut serta dalam program katana 7 hari kedepan yang dilaksanakan BTB Kuningan dengan serius". Ditempat yang sama Komisioner BAZNAS H. Yusron Kholid, M.Si mengatakan "Alhamdulillah pada hari ini BAZNAS Kabupaten Kuningan melalui lembaga BTB melaksanakan kegiatan sosialisasi Kampung Tanggap bencana di desa cileuleuy kec. Cigugur". "Mudah-mudahan Kampung tanggap Bencana ini menjadi file projek untuk lebih mengembangkan untuk memberikan pembina kepada masyarakat bagaimana menghadapi bencana yang mungkin terjadi, mudah-mudahan tidak ada bencana tapi jika masyarakat sudah faham terkait kebencanaan itu akan menjadi simpul bagaimana menangani masalah kebencanaan secara umum", jelas Komisioner BAZNAS H. Yusron Kholid, M.Si. Diakhir wawancaranya Komisioner BAZNAS H. Yusron Kholid, M.Si berharap "Semoga Kampung Tanggap Bencana ini berjalan dengan baik masyarakatnya siap melaksanakan tugas secara umum dan kita semua senantiasa mendapatkan keberkahan dar Allah SWT". Kegiatan Kampung Tanggap Bencana ini dilaksanakan dengan menggunakan anggaran BAZNAS Tanggap Bencana Republik Indonesia yaitu dari Sedekah Konsumen Alfamart, dan anggaran BAZNAS Kabupaten Kuningan. Selain itu Kepala Pelaksana Bpbd Kab. Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP mengatakan kami sangat mengapresiasi dan ini sudah berjalan beberapa kali dengan BTB atau BAZNAS kegiatan katana sebagai bagian dalam pengurangan resiko bencana". "Semoga kedepannya depan kolaborasi dengan semua pihak terkait yang bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana menangani kebencana dan kami berharap kedepannya bisa terus berkolaborasi untuk melakukan kegiatan seperti ini yang sangat bermanfaat dalam rangka mitigasi bencana", pungkas Kepala Pelaksana Bpbd Kab. Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP
BERITA08/12/2024 | HUMAS
BAZNAS Bantu Program Rumah Layak Huni Untuk Pak Sain
BAZNAS Bantu Program Rumah Layak Huni Untuk Pak Sain
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program Rumah Layak Huni. Pada Rabu 06/12/2024, secara simbolis, Komisioner BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid MSI, meresmikan rumah baru untuk Pak Sain, seorang pemulung rongsok yang sebelumnya tinggal di rumah yang hampir roboh. Pak Sain, warga Desa Giriwaringin, selama ini hidup dalam keterbatasan dengan kondisi rumah yang jauh dari layak huni. Melalui program ini, BAZNAS berupaya memberikan solusi nyata bagi warga seperti Pak Sain, yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Dalam sambutannya, H. Yusron Kholid menyampaikan, “Program Rumah Layak Huni ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap rumah ini dapat menjadi tempat tinggal yang layak dan membawa kebahagiaan bagi Pak Sain dan keluarganya. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.” Acara peresmian ini turut dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar yang memberikan dukungan kepada Pak Sain. Rumah layak huni yang diberikan ini dibangun dengan desain sederhana namun kokoh, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keluarga penerima manfaat. Pak Sain mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya, “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah ini. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda.” Melalui program-program sosial seperti ini, BAZNAS Kabupaten Kuningan terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, BAZNAS optimis dapat memberikan kontribusi lebih besar di masa mendatang.
BERITA06/12/2024 | Humas
BAZNAS Kerjasama Dengan Universitas, Fasilitasi PPG Guru PAI Kuningan
BAZNAS Kerjasama Dengan Universitas, Fasilitasi PPG Guru PAI Kuningan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan jalin kerjasama dengan UIN Salatiga, Guna Fasilitasi PPG Guru PAI Kuningan ( Rabu 20 November 2024). Prof. Dr. Muh. Saerozi, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, berharap kerja sama ini semakin erat dan memberikan manfaat nyata, dengan tetap mengacu pada payung hukum yang berlaku. Perjanjian kerja sama ini melibatkan Baznas Kuningan, Kota Magelang, Kabupaten Barru, dan LPTK UIN Salatiga untuk mendukung pembiayaan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Batch 2 Acara tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilakukan oleh Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., selaku Dekan FTIK sekaligus Ketua LPTK UIN Salatiga, bersama perwakilan Baznas dari Kuningan, Kota Magelang, dan Kabupaten Barru. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Batch 2. Hadir dalam acara ini perwakilan dari UIN Salatiga, yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK, Dr. Fatchurrohman, S.Ag., M.Pd., Ketua Jurusan Guru Kelas, Mufiq, M.Phil., Sekretaris Jurusan Guru Kelas, Imam Mas Arum, M.Pd., serta Ketua Program Studi PPG, Imam Subqi, M.Si. Selain itu, turut hadir pimpinan Baznas dari Kuningan, Kota Magelang, dan Kabupaten Barru, yang aktif berkontribusi dalam kerja sama strategis ini.
BERITA25/11/2024 | Humas
BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Program Edukasi Kebencanaan
BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Program Edukasi Kebencanaan
Baznas Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kuningan bersama BTB BAZNAS Provinsi Jawa Barat gelar program BTB Go To School di MAN 3 Kuningan (selasa 29 Oktober 2024) program tersebut bertujuan untuk mitigasi resiko bencana di sekolah. Komisioner BAZNAS Kuningan H Yusron Kholid MSI menuturkan bahwa Edukasi kebencaan sangat penting bagi siswa dan guru di sekolah, mengingat Kabupaten Kuningan berada di wilayah gunung Aktif tertinggi di Jawa Barat yaitu gunung ciremai dalam giat tersebut BTB BAZNAS memberikan pelatihan, pengetahuan dan ditutup dengan simulasi bencana gempa bumi yang di ikuti oleh siswa MAN 3 Kuningan. selain itu BTB BAZNAS juga memberikan bantuan berupa tabung oksigen dan perlengkapan petunjuk jalur evakuasi yang langsung ditempelkan oleh siswa ditempat tempat strategis.
BERITA30/10/2024 | Humas
Pelatihan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS
Pelatihan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS
Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2024 BAZNAS Kabupaten Kuningan menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) bertempat di Grand Cordela Hotel Jalan Siliwangi Kuningan, pelatihan ini diikuti seluruh amil dari semua bidang dan bagian. Meskipun narasumbernya dari internal tapi tetap diikuti dengan sangat antusias, yang kalau kita lihat dari model pembelajaran, pelatihan ini merupakan implementasi dari Model Pembelajaran Sebaya, artinya pembelajaran yang dilaksanakan oleh teman sendiri yaitu para amil yang telah mengikuti pelatihan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Meskipun demikian, pelatihan terasa serius namun terasa sangat dinamis dan menyenangkan. Waka II H. Yusron Kholid, M.Si dalam sambutan di acara pembukaan menyampaikan amanat, bahwa SIMBA adalah sistem penyimpanan data dinamis, yang memudahkan kita dalam pengelolaan zakat, infak sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya, sehingga SIMBA ini perlu diketahui dan dipahami oleh kita semua, sehingga bukan hanya operator atau bagian tertentu saja yang mengelola SIMBA namun semua amil harus tahu dan memahami atau paling tidak tahu dan mengenal bagaimana proses sistem informasi BAZNAS dilaksanakan. SIMBA merupakan sistem informasi BAZNAS yang terintegrasi, sehingga informasi yang ada pada sistem ini terintegrasi ke BAZNAS Provinsi dan Nasional. Waka IV yang membidangi Kesekretariatan, SDM dan Umum Dr. H. Uci Sanusi, M.Pd mengaharpakan pelatihan SIMBA ini dapat diikuti seluruh amil sampai tuntas, bila perlu sampai malam. Terima kasih kepada seluruh peserta pelatihan, insya Allah ilmu yang kita pelajari bersama akan membawa BAZNAS Kabupaten Kuningan lebih baik lagi. Selamat mengikuti pelatihan, pungkasnya. Selesai pelatihan para peserta melakukan foto bersama sebagai dokumen kegiatan.
BERITA25/10/2024 | Sekretaris
BAZNAS Kuningan Resmikan Program Balai Ternak, Berdayakan Mustahik
BAZNAS Kuningan Resmikan Program Balai Ternak, Berdayakan Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan launching program Balai Ternak BAZNAS di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada Senin, 21 Oktober 2024. Acara ini menandai komitmen BAZNAS dalam memperkuat sektor peternakan lokal sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Sebanyak 100 ekor kambing disalurkan kepada para peternak, dengan rincian 70 ekor dari BAZNAS Kuningan dan 30 ekor dari BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya, Dr. Ali Khosim, S.H.I., M.Ag, selaku Pimpinan Bidang Pendistribusian BAZNAS Provinsi Jawa Barat, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kuningan. "Dengan program Balai Ternak ini, kami berharap ini menjadi pilot project, yang bisa diterapkan di desa-desa lain, sehingga manfaatnya lebih luas dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya Ia juga berharap program balai ternak Baznas kuningan, kedepan dapat menjadi percontohan bagi Baznas kabupaten kota lain di Jawa Barat. Komisioner BAZNAS Kuningan H. Yusron Kholid, MSI, bidang distribusi, menjelaskan bahwa program ini diberikan untuk 3 desa, yaitu Desa Sayana, Desa Giriwaringin dan desa puncak, ia menekankan pentingnya pemanfaatan optimal program ini. "Bantuan ternak ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para peternak agar ke depannya bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Kami berharap kambing-kambing ini bisa dijual pada bulan Dzulhijah untuk memenuhi perimintaan kurban masyrakat,” ujarnya Ia juga berharap agar, para kepala desa turut mengawal dan memonitor program ini, agar berjalan sebagai mana mestinya dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat serta mampu mewujudkan kemandirian ekonomi "Insyaallah kedepan, program ini menjadi program prioritas, yg mudah mudahan setiap tahun, muncul balai ternak balai ternak baru di desa yang lain" Pungkasnya. Launching program ditandai dengan simbolis pemberian bantuan dan pemotongan pita oleh ASDA satu Kabupaten Kuningan, TONI KUSUMANTO, AP., M.Si. sebagai tanda dimulainya operasional Balai Ternak. Hadir mendampingi dalam kegiatan komisioner baznas Kuningan diantaranya, Dr. KH Aang Asy'ari LC MSI, Dr. H Uci sanusi M. Pd dan Drs KH Abdul Aziz Amarullah. Hadir juga Camat kecamatan Jalaksana berserta forkopinca Jalaksana dan kepala KUA juga kepala desa dan tokoh masyarakat dan petani ternak penerima manfaat.
BERITA22/10/2024 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kuningan.

Lihat Daftar Rekening →