WhatsApp Icon
Jadikan Masjid Pusat Peradaban Ekonomi, BAZNAS Luncurkan Progaram BUMi Masjid Rp200 Juta untuk UMKM

KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dorong kemandirian ekonomi berbasis mesjid melalui program BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi MASJID), senilai 200 juta rupaih (sabtu, 15/08/2026)

Bantuan senilai Rp200 juta disalurkan secaea simbolis oleh Bupati Kuningan bersama Jajaran Pimpinan BAZNAS Kuningan melalui  Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sebagai wali amanah, masing-masing Rp100 juta untuk DKM Masjid Jami’ Baiturrohman Kadugede dan Rp100 juta untuk DKM Masjid Al-Kautsar Desa Paninggaran, Kecamatan Darma.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan H. YUsron Kholid S.Ag, M.Si menjelaskan Program ini menyasar 97 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis jamaah yang tersebar di dua wilayah kecamatan.

"Bantuan ini diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di lingkungan masjid dengan skema pinjaman tanpa bunga. Program ini diharapkan menjadi alternatif permodalan yang aman dan sesuai prinsip syariah, sekaligus membantu masyarakat menghindari jeratan pinjaman ilegal” ungkapnya

Ia juga menambahkan bahwa Melalui program ini, program BUMi MASJID merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS Republik Indonesia dalam memfasilitasi bantuan dan pemberdayaan usaha mikro berbasis masjid.

"Kini, fungsi masjid dioptimalkan tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kemandirian ekonomi masyarakat” pungkasnya

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar M.Si menilai program BUMi MASJID memiliki relevansi kuat dengan berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya maraknya judi online dan pinjaman online.

"Judi online dan pinjaman online ini sering kali saling berkaitan. Ketika seseorang kalah atau kekurangan uang karena judi online, mereka kemudian meminjam uang melalui pinjaman online untuk kembali bermain. Akhirnya terjadi lingkaran yang sulit diputus,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Kuningan yang menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Menurutnya, bantuan modal produktif seperti BUMI MASJID dapat menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan secara ekonomi untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau kita ingin program seperti ini terus berkembang, mari kita kuatkan zakat. Bagi yang sudah memenuhi kewajiban zakat, tunaikanlah melalui BAZNAS. Karena zakat yang kita keluarkan hari ini dapat menjadi modal bagi saudara-saudara kita untuk bangkit, berusaha, dan mandiri,” pesan Bupati.

Ketua DKM Mesjid Baiturahman Kadugede merasa bahagia jamaah nya menjadi bagian dari penerima program BUMi Masjid ini

"Mewakili 97 penerima manfaat, kami mengucapkan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan ini. Alhamdulillah, mudah-mudahan amanah permodalan yang diberikan dapat membawa keberkahan dan dorongan kuat bagi kelangsungan serta pertumbuhan usaha warga kami” Pungkasnya.

Program BUMi MASJID diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang efektif, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan yang berkelanjutan melalui optimalisasi peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi.

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Camat Kadugede dan Darma, Kepala KUA Kadugede dan Darma, pengurus DKM Masjid Al-Kautsar Desa Paninggaran, serta pengurus DKM Masjid Jami’ Baiturrohman Desa Kadugede.

 

15/08/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Resmikan Program KATANA di Kuningan, Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

KUNINGAN, 6 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026).

Peresmian ini sekaligus menandai puncak dari pembentukan 10 KATANA dan 10 Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) yang digelar BAZNAS RI sepanjang periode Juli–Agustus 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyambut baik inisiatif BAZNAS dan mengapresiasi sinergi strategis yang terjalin selama ini. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam meminimalkan dampak risiko bencana.

"Kita berprinsip bahwa korban bencana dapat dikurangi apabila masyarakat memiliki kesadaran, kekompakan, serta kolaborasi yang baik. Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan melalui kesiapsiagaan," ujar Bupati Dian.

Bupati juga mengapresiasi sinergi BAZNAS yang selama ini aktif mendukung berbagai program sosial di Kabupaten Kuningan, mulai dari rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan kemanusiaan bagi masyarakat kurang mampu, hingga penanganan warga yang membutuhkan bantuan di luar cakupan program pemerintah.

"BAZNAS telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” pungkas Bupati.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, M.S.I., menjelaskan bahwa pelaksanaan KATANA di Desa Sangkanerang telah berlangsung intensif sejak 28 Juli 2026.

Selama hampir sepuluh hari, masyarakat mendapatkan sosialisasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul, hingga simulasi penanganan darurat.

"Kami berharap Kampung Tanggap Bencana tidak berhenti sebagai program semata, tetapi terus berlanjut menjadi budaya masyarakat. Relawan yang telah dilatih harus menjadi motor penggerak kesiapsiagaan sekaligus contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan," tutur Yusron.

Ia juga menambahkan dengan diresmikannya KATANA di Desa Sangkanerang, Kuningan memilki tiga Kampung Tanggap Bencana, yaitu di Situgede Subang, Kampung Cibapang Desa Cilueuey dan Terakhir di Desa Sangkanerang Kecamatan Jalaksana.

"kedepan Kampung Tanggap Bencana ini juga harus dibarengi dengan optimalisasi penghimpunan Zakat, infak dan sedekah dari para Agniya di Desa Sangkanerang” Pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., menegaskan bahwa KATANA dan MANTAB merupakan upaya terpadu dalam membangun ekosistem tanggap bencana di wilayah rawan seperti Jawa Barat.

Pihaknya siap memberikan dukungan sarana dan program kemanusiaan lanjutan demi menjaga keberlanjutan kapasitas warga.

Kepala Desa Sangkanerang, Ahmad Suteja, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS atas kepercayaan menjadikan desanya sebagai pusat kegiatan Exit Program KATANA tingkat nasional.

"Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Sangkanerang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS. Pelatihan dan sarana yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas serta kewaspadaan warga kami. Kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini dan merawat semangat gotong royong serta kesiapsiagaan di desa kami,” ungkap Ahmad Suteja.

Peresmian Program KATANA ditandai secara simbolis dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Kuningan didampingi jajaran BAZNAS RI, BAZNAS Jabar, BAZNAS Kuningan, unsur Forkopimcam, Kalak BPBD Kuningan, serta Pemerintah Desa Sangkanerang sebagai simbol kewaspadaan dan gotong royong.

Rangkaian acara ditutup dengan simulasi penanganan bencana letusan gunung api dan gempa bumi yang melibatkan relawan, aparat desa, BPBD, dan warga setempat. Simulasi berjalan realistis dan terkoordinasi, menunjukkan kesiapan masyarakat dalam menjalankan prosedur evakuasi serta penyelamatan darurat saat terjadi kondisi krisis

06/08/2026 | Kontributor: Humas
Zakat untuk keberlanjutan Pendidikan | Seragam sekolah Silvi Agustina

KUNINGAN-Rumah bercat putih itu berderet rapat. Warnanya serupa. Putih berpadu kelabu. Ukurannya nyaris sama. Sama karena seluruh warga disini merupakan warga pindahan dari desa Randusari dan Kawungsari yang sebelumnya terdampak pembangunan waduk Kuningan. 

Di tengah deretan rumah itu tinggal Pasangan Cecep Waluyo dan Sumiasih tinggal beserta tiga anaknya. Anak tertuanya Silvi Agustina. Enam belas tahun. Siswi kelas X SMK I Luragung Kuningan. Tapi sejak masuk SMK awal Juli lalu, Silvi masih berseragam SMP. Bukan karena sudah kotor. Bukan pula tak ada ukuran. Tapi karena ketiadaan biaya untuk membeli lima potong seragam SMK. 

“Pihak sekolah memberikan kesempatan hingga alhir Agustus,” ujar Silvi lirih saat dijumpai di kediamannya di Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan. 

Setiap hari hanya memakai pakaian bekas SMP tak membuatnya rendah diri saat sekolah di SMK. Silvi mengaku hanya dirinya yang memakai pakaian SMP di SMK i Luragung. “Alhamdulillah temen temen di sekolah tak ada yang menghina. Semuanya baik,” kata Silvi. 

Ayahnya kerja serabutan. Ibunya tak bekerja. Setiap hari Silvi pergi ke sekolah dengan cara menumpang kawannya yang memiliki sepeda motor. Jarak rumah ke sekolahnya sekitar dua puluh kilometer. Tak jarang Silvi tak membawa uang jajan saat pergi sekolah. 

Sumiasih ibunda Silvi mengaku anaknya saat SMP selalu mendapat rangking. “Selalu sepuluh besar. Anaknya sangat ingin sekolah. Malah ingin terus hingga kuliah,”papar Sumiasih sambil terisak. Sumiasih mengaku mereka berharap betul ada bantuan untuk anaknya sekedar untuk membeli seragam SMK. 

Harapan Silvi dan keluarga kembali menyala saat Baznas Kuningan mendatangi kediamannya. Membawa bantuan sekedar untuk membeli seragam alakadarnya. “Kebutuhan lima potong seragam. Kami membantu tidak semua. Tetapi Insya Allah bermanfaat. Ini semua dari para Muzakki,” kata Asep Z. Fauzi Wakil Ketua Ii Baznas Kuningan. 

Selain Asep Z. Fauzi nampak pula Abdul Jalil Hermawan saat memberikan bantuan kepada Silvi dan keluarga. “Harapannya kami bisa memantik aksi gotong royong untuk membantu keluarga Silvi ini,” tandas Asfa panggilan akrab Asep Z. Fauzi. 

Saat tim Baznas berpamitan, senyum mengembang di bibir Silvi. Air mata menggenang di kelopak bu Sumiasih. (Rls)

04/08/2026 | Kontributor: HUMAS
BAZNAS Kuningan Perkuat Mitigasi Bencana Melalui Program KATANA

BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Kuningan menggelar sosialisasi program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana. Langkah ini menjadi wujud komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana.

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Kabupaten Kuningan sekaligus respons nyata atas Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 500.10.2.1/25/PEREKONOMIAN/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Ciremai.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan untuk memastikan keselamatan warga.

"BAZNAS selain menghimpun, juga mendistribusikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satunya melalui program Kampung Tanggap Bencana ini sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat," ujar Yusron.

Ia menambahkan, mitigasi kebencanaan merupakan ikhtiar yang wajib dilakukan oleh setiap warga.

"Kegiatan mitigasi ini menjadi ikhtiar kita bersama. Meskipun semua musibah datang dari Allah SWT, sebagai manusia yang berakal kita wajib untuk waspada. Kewaspadaan inilah yang kita wujudkan melalui program ini," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para dermawan (agniya) untuk menunaikan zakat dan sedekah, sebagai bagian ikhtiar langit penolak bala

"Jalmi nu baleunghar sok geura zakat, Jika belum memenuhi syarat dan rukun zakat, gerakkan infaknya. Insyaallah, infak dan sedekah ini dapat menolak bencana," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., mengapresiasi inisiatif BAZNAS.

Ia menekankan pentingnya empat elemen utama mitigasi bagi masyarakat di wilayah rawan, yakni kesadaran risiko, ketangguhan, pengetahuan, dan tanggap bencana.

"Kita menyadari bahwa kita hidup di kawasan yang berisiko. Oleh karena itu, penting adanya mitigasi melalui program Kampung Tanggap Bencana yang digagas BAZNAS ini," kata Indra.

Ia menambahkan, kegiatan di Desa Sangkanherang merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan antara BPBD dan BAZNAS dalam penanganan bencana.

Kepala Desa Sangkanherang, Ahmad Suteja, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian BAZNAS dan Pemkab Kuningan terhadap wilayahnya.

"Desa kami berada di ujung wilayah Jalaksana dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Pembekalan mitigasi ini sangat dibutuhkan oleh warga kami," ungkap Ahmad.

Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) sendiri merupakan program nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah. Program ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas warga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS Kuningan Bidang Pendistribusian Asep Z. Fauzi, M.Pd., Pimpinan BAZNAS Kuningan Bidang SDM Abdul Jalil Hermawan, M.Kom., Pimpinan BAZNAS bid Keuangan Adang Romadona S.Pd.i M.H.Kes, komandan BTB Kuningan Moh Entus S.Pd dan jajaran Forkopimcam Jalaksana, serta tokoh masyarakat setempat.

28/07/2026 | Kontributor: HUMAS
BAZNAS Kuningan Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Ibu Nuraeni, Korban Penganiayaan di Maleber

KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa satu unit kursi roda untuk Ibu Nuraeni, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom., sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi Ibu Nuraeni yang mengalami keterbatasan fisik pasca menjadi korban penganiayaan berat.

Sebelumnya, Ibu Nuraeni mengalami luka serius di bagian kepala akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh karyawannya sendiri yang baru bekerja selama tiga hari. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan Ibu Nuraeni mengalami trauma fisik yang mendalam, hingga menyebabkan dirinya hanya bisa terbaring di tempat tidur dan kehilangan kemampuan untuk beraktivitas secara mandiri selama beberapa waktu terakhir.

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara amanah untuk program kemanusiaan dan kepedulian sosial.

"Kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa Ibu Nuraeni. BAZNAS Kuningan hadir untuk memberikan dukungan moral maupun stimulus fisik melalui bantuan kursi roda ini. Kami berharap alat bantu ini dapat memudahkan Ibu Nuraeni dalam beraktivitas, membantu meringankan beban pihak keluarga yang merawat, serta menumbuhkan kembali semangat kesembuhan beliau," ujar Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom. saat menyerahkan bantuan tersebut

Pihak keluarga Ibu Nuraeni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kuningan. Dengan adanya kursi roda ini, keluarga berharap Ibu Nuraeni dapat lebih mudah dibantu untuk bergerak, mendapatkan udara segar di luar kamar, serta perlahan-lahan menjalani proses pemulihan fisik dengan lebih baik.

BAZNAS Kuningan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para muzaki, munfik, dan donatur yang senantiasa menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. Sinergi kebaikan inilah yang memungkinkan program-program respons cepat kemanusiaan seperti ini dapat terus berjalan untuk membantu masyarakat Kuningan yang sedang tertimpa musibah

 

 

16/07/2026 | Kontributor: HUMAS

Berita Terbaru

BAZNAS dampingi UMKM Tingkatkan Kualitas Produk Dapatkan PIRT dan Sertifikasi Halal
BAZNAS dampingi UMKM Tingkatkan Kualitas Produk Dapatkan PIRT dan Sertifikasi Halal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), melalui Lembaga Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS Kabupaten Kuningan, dampingi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM). Melalui Program kurasi berbasis orientasi produk , yang diikuiti oleh seratus pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan, yang berlangsung di gedung IPHI Kuningan pada selasa 02 Juli 2024. Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik (OPPM) BAZNAS RI, Deden Kuswanda, menjelaskan bahwa, Kabupaten Kuningan merupakan wilayah pertama di Jawa Barat, yang mengadakan program ini. "dalam pelatihan ini, kami berfokus pada 4 aspek, aspek kualitas, legalitas (PIRT dan Halal), kemasan atau Packaging dan aspek pemasaran” Ungkapnya Kemudian ia menambahkan, bahwa team dari BAZNAS dibantu oleh team dari P3H dan Satgas Halal, untuk mendorong semua produk UMKM, yang mengikuti kurasi, agar produk tersertifikasi standard mutu, memiliki ijin PIRT dan tersertifikasi halal pasca program ini. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kuningan Drs HR Yayan Sofyan MM, yang di dampingi Komisoner BAZNAS Kuningan, diantaranya H Yusron Kholid M.SI, Dr.KH Aang Asyari LC MSI, Dr H Uci Sanusi M.PD dan KH Abdul Aziz Amarullah, mengungkapkan apresiasi dan terimakasih kepada BAZNAS RI. "Apresiasi Kepada BAZNAS Pusat, alhamdulilah telah menjadikan Kuningan, sebagai wilayah priorotas progam” Ungkapnya. Ia menambahkan bahwa para peserta pelatihan harus berproses, bersabar, tekun, dan selalu belajar, agar berhasil di kemudian hari. "Kami mengajak, peserta untuk mengikuti program dengan sebaik baiknya, agar UMKM dapat berkembang dan Naik kelas” Pungkasnya. Diketahui bahwa, program kurasi UMKM ini, digagas oleh BAZNAS, sebagai bagian dari tindak lanjut dari hasil asesmen BAZNAS, sesuai dengan output program, produk sesuai dengan orientasi pasar , tersertifikasi standard mutu ,memilki legalitas usaha, tersertifikasi halal dan memiliki branding produk yang menarik
BERITA03/07/2024 | HUMAS
Program Kurban Berkah BAZNAS, 40 Kambing Kurban disalurkan oleh BAZNAS Kuningan
Program Kurban Berkah BAZNAS, 40 Kambing Kurban disalurkan oleh BAZNAS Kuningan
Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS) Kabupaten Kuningan Laksanakan Program, Kurban Berkah BAZNAS Tahun 2024 ( Selasa 18 Juni 2024) Sebanyak 40 Kambing Kurban yang dititipan melalui BAZNAS oleh para Mudhoi ( Orang Yang Berkurban) di potong di desa Lebaksiuh Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan Ketua BAZNAS Kuningan Drs HR Yayan Sofyan M.M mengungkapkan rasa syukur, karena baznas kuningan mendapatkan titipan hewan qurban dari para mudhoi “ Alhamdulilah dalam momen hari raya idul adha tahun ini, BAZNAS Kuningan menyalurkan 40 ekor kambing, dan dijadikan 500 Kantung daging qurban bagi masyarakat” Ungkapnya. Ia menambahkan bahwa ini merupakan bentuk kepedulian, kepada masyrakat, melalui pengorbanan yang di aplikasiikan dalam bentuk penyembelihan hewan dan bisa dinimati oleh kaum dhuafa. “ BAZNAS mengetuk para Agniya, kedepan untuk berkurban, berinfak dan berzakat melalui BAZNAS Kuningan, InsyaAllah kami salurkan sesuai dengan Asnaf dan bagi masyarakat yang membutuhkan” Pungkasnya. Diketahui bahwa Program “Kurban Berkah BAZNAS”, merupakan program rutin, BAZNAS Indonesia, yang memberikan kemudahan kepada masyarakat, untuk menitipan kurban melalui BAZNAS. Program Kurban Berkah BAZNAS juga akan dibagikan kepada mereka yang mengalami stunting dan kemiskinan ekstrem di daerah-daerah terpencil dan terluar di wilayah Indonesia.
BERITA19/06/2024 | HUMAS
Baznas Salurkan Bantuan 50 Paket Sembako Untuk Warga Desa Kutawaringin
Baznas Salurkan Bantuan 50 Paket Sembako Untuk Warga Desa Kutawaringin
Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) Kabupaten Kuningan distribusikan 50 paket sembako kepada KODIM Kuningan ( Selasa 21/05/2024). Bantuan tersebut berupa paket sembako yang berisi kebutuhan poko berupa beras, Minyak, Kecap , teh dan Mie Instan rencananya bantuan tersebut akan di distribusikan oleh KODIM Kuningan, dalam giat kemasyarakatan di desa kutwaringin Kecamatan Selajambe Kuningan. Terimakasih kepada para muzaki yang telah menitipkan zakat dan infak nya melalui BAZNAS Kuningan, semoga kedepan semakin banyak orang yang mendapatakan manfaat.
BERITA21/05/2024 | HUMAS
BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Siswa Berprestasi
BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Siswa Berprestasi
Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) kabupaten Kuningan, salurkan bantuan beasiswa berprestasi berupa stimulan. Bantuan tersebut diberikan kepada siswa kelas 12 MAN 1 Kuningan sebesar 1,5 juta rupiah dalam acara perpisahan siswa kelas 12 ( Sabtu, 18 Mei 2024) Pimpinan BAZNAS Kuningan H Yusron Kholid M.Si secara langsung memberikan bantuan dan diterima langsung oleh Kepala Sekolah MAN 1 Kuningan. " Semoga Bantuan stimulan in bermanfaat, dan lebih meningkatan semangat bagi penerima manfaat" Ujarnya MAN 1 Kuningan merupakan salah satu UPZ Aktif BAZNAS Sehingga menjadi perhatian bagi BAZNAS dalam pendistribusian
BERITA20/05/2024 | HUMAS
BAZNAS Makmurkan Masjid Sejahterakan Jemaah
BAZNAS Makmurkan Masjid Sejahterakan Jemaah
Sejumlah masyarakat berkumpul di Masjid Al Istiqomah Cigugur untuk membuat rekening BSI, sebagai syarat menerima bantuan usaha dari BAZNAS. ( Kamis 16/05/24) Bantuan tersebut berupa pembiayaan modal Usaha bagi masyarakat yang memiliki usaha mikro. Dalam kesempatan tersebut Mohamad Soleh selaku divisi Bank Zakat BAZNAS RI menjelaskan bahwa Program Bantuan ini dinamakan Program BAZNAS Microfinance Masjid atau BMM. "BAZNAS Microfinance masjid, sudah diawali sejak tahun 2022 tepat dibulan Ramadhan, Program ini menyasar, para mustahik, yang membutuhkan penguatan ekonomi dalam bidang usaha dengan cara menambah modal usaha” jelasnya Ia juga menambahkan Masjid Al Istiqomah jadi mitra BAZNAS dalam Program BMM, dan Program ini sifatnya memudahkan akses pembiayaan bagi mustahik tanpa ada jaminan dan tanpa bunga. Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Drs HR Yayan Sofyan M.M yang di dampingi oleh Komisoner BAZNAS Kuningan Dr. H Uci Sanusi M.Pd mengungkapkan dalam sambutannya, bahwa program ini merupakan salah satu kontribusi yang bisa diberikan oleh BAZNAS bagi masyrakat yang terafiliasi dengan masjid. "kenapa harus dengan Masjid?, harapan kita dari BAZNAS bahwa dengan program ini Mesjidnya Makmur dan Jamaahnya Sejahtera” Ungkapnya Kemudian ia memberikan pesan kepada DKM Al Istiqomah sebagai pengelola dapat disiplin dan jujur, juga kepada penerima manfaat supaya taat, dan belajar untuk berinfak mudah mudahan harta menjadi berkah dan bertambah. Camat kecamatan Cigugur Yono Rahmansyah S.STP, dalam kesempatan tersebut Menitipkan kepada penerima manfaat untuk menjaga kepercayaan bantuan Pembiayaan dari BAZNAS "Kami menghaturkan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada BAZNAS, karena kami dipercaya menjadi Locus, untuk program BMM ini.” pungkasnya Diketahui bahwa program BMM di masjid Al Isitiqomah senilai 150 juta, yang diberikan kepada kurang lebih 68 penerima manfaat. Sebelumnya BAZNAS juga memberikan program ini senilai yang sama kepada masjid Syiarul Islam kuningan, sehingga BAZNAS Kuningan telah menerima bantuan Prpgram BMM dari Pusat sebanyak 2 kali dalam periode tahun 2024 dengan total nominal bantuan senilai 300 Juta
BERITA16/05/2024 | HUMAS
Gelar Halal Bihalal BAZNAS Kuningan Beri Apresiasi UPZ Setorkan Laporan Tepat Waktu
Gelar Halal Bihalal BAZNAS Kuningan Beri Apresiasi UPZ Setorkan Laporan Tepat Waktu
Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS) Kabupaten Kuningan Menggelar acara Halal Bi Halal dengan Unit Pengumpul Zakat ( UPZ) Kecamatan Se Kabupaten Kuningan ( Selasa 14 Mei 2024). Acara tersebut digelar di aula BANK BJB Kuningan, yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kuningan, Drs HR Yayan Sofyan M.M, Komisioner BAZNAS Kuningan Dr KH Aang ASyari LC M.Si, dan Dr H Uci Sanusi M.Pd. Ketua BAZNAS Kuningan Drs HR Yayan Sofyan M.M dalam sambutannya menuturkan bahwa inensitas kegiatan dan komunikasi menjelang hari raya idul fitri tentu sangat intens dengan UPZ Kecamatan khusunya berkaitan dengan pengumpulan zakat Fitrah “ Tentu Permohonan Maaf dari jajaran Komisioner dan amil kami haturkan kepada UPZ Kecamatan bilamana terdapat salah dan khilaf , dalam kesempatan yang berbahagia ini , dengan tulus kami memohon maaf” Ujarnya Selain acara halal bihalal, acara tersebut juga menjadi momen evaluasi pengumpulan zakat Fitrah yang ada di tiap kecamatan se kabupaten kuningan. “ dari 32 UPZ kecamatan baru 17 UPZ kecamatan yang sudah memberikan laporan secara penuh dan tuntas kepada baznas Kuningan" Tambahnya Kemudian ia menyebutkan 17 kecamatan yang patut di apresiasi karena telah menyerahkan laporannya tuntas seratus persen, yaitu Kecamatan Kramatmulya, hantara, cimahi, cibingbin, kalimanggis, lebakwangi, jalaksana, pasawahan, selajambe, subang, ciawigebang, cilimus, pancalang, cigandamekar, luragung, darma dan cigugur. dalam kegiatan tersebut juga Komisioner BAZNAS bidang pengimpunan Dr KH Aang Asyari LC M.SI meghimbau bagi kecamatan yang belum menyerahkan laporan untuk segar dibantu dituntaskan. “ Kami ucapkan terimakasih kepada UPZ kecamatan yang memenuhi kewajiban untuk melaporkan, tentu dengan menggunakan system IT , kedepan SDM UPZ harus terbiasa, agar dapat efektif dan efeisien dalam pelaporan” pungkasnya.
BERITA14/05/2024 | HUMAS
BAZNAS Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga Desa Sukadana
BAZNAS Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga Desa Sukadana
Baznas Indonesia melalui Baznas Kuningan salurkan bantuan Air bersih bagi masyarakat desa Sukadana Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan ( Selasa 07/05/2024). Bantuan tersebut berupa Sumur Bor untuk mengalirkan air bersih bagi masyarakat Dusun kliwon desa Sukadana, dengan total bantuan senilai Rp 33.160.000,- . Komisioner baznas H Yusron Kholid M.SI yang mewakili ketua BAZNAS Drs HR Yayan Sofyan MM, guna menghadiri peresmian tersebut menuturkan bantuan ini merupakan bantuan baznas pusat yang fokus terhadap daerah rawan kekeringan. " menghimbau agar torn air yang berisi 2000 liter itu digunakan untuk kebutuham pokok seperti untuk minum, mandi, wudlu dan masak, jangan dipake nyiram pohon kecuali sisa pakai , dan dapat Ikut menjaga merawat dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik" ungkapnya. Ia juga menambahkan, Insya Alloh akan terus upayakan agar Kuningan mendapat perhatian Baznas pusat guna menanggulangi kebutuhan air di daerah yang kesulitan air. Selain itu Kepala desa Sukadana sangat senang dengan bantuan tersebut karena dapat membantu masyarakat yang setiap kemarau kekurangan air bersih. " Ucapan terimakasih kepada Baznas atas nama warga rt 01 Rw 03, atas bantuan Air bersih untuk warga desa sukadana" ia menambahkan bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warganya mengahadapi musim kemarau yang akan datang Bantuan air bersih ini bukan kali pertama baznas lakukan, Baznas Kuningan sudah 4 kali menerima bantuan selama periode komisioner 2021 2026 dan di berikan di beberapa titik rawan di kabupaten Kuningan
BERITA07/05/2024 | HUMAS
BAZNAS Kuningan Gelar Gerai Mikro Z Ifthar Ramadhan
BAZNAS Kuningan Gelar Gerai Mikro Z Ifthar Ramadhan
Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Kuningan menggelar Gerai Mikro Z-Ifthar Ramadhan 1445 H yang kini berlangusng di halaman Masjid Agung Karomat Desa Lengkong Kecamatan Garawangi, Jumat 15 Maret 2024. “Gerai Mikro Z-Ifthar merupakan program untuk memberi bantuan kepada para mustahik (golongan penerima zakat) yang diberi modal untuk membuka usaha dalam menjajakan dagangannya pada waktu berbuka puasa. Program ini akan berlangsung selama 20 hari, atau hingga H-5 Idul Fitri 1445 H. Gerai Mikro Z-Ifthar merupakan program yang diinisiasi Baznas Microfinance Republik Indonesia bagian dari upaya untuk pengembangan usaha mustahik (golongan penerima zakat) untuk menangkap peluang ekonomi Ramadhan,” ungkap Ketua Baznas Kab. Kuningan, H Raden Yayan Sofyan.Program ini akan berlangsung selama 20 hari, atau hingga H-5 Idul Fitri 1445 H. Gerai Mikro Z-Ifthar merupakan program yang diinisiasi Baznas Microfinance Republik Indonesia bagian dari upaya untuk pengembangan usaha mustahik (golongan penerima zakat) untuk menangkap peluang ekonomi Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pelataran masjid Desa Lengkong. Kenapa kegiatan ini dilaksanakan di seputar masjid, karena itu dapat dijadikan sebagai i pusat pengembangan ekonomi, disamping pengembangan pendidikan Agama Islam. “Sebagaimana di zaman Rasulullah Saw, bahwa masjid menjadi tempat berpusatnya ekonomi berbasis syariah,” ujar Yayan. Menurut keterangan, Z-Ifthar ini dilaksanakan di 20 lokasi se-Indonesia, dengan melibatkan 600 pelaku usaha. Untuk Kuningan sendiri diikutsertakan sebanyak 30 pelaku Usaha M ikro Kecil Menengah (UMKM). Selama ini mereka suka berjualan makanan maupun kebutuhan lainnya di sekitar masjid tersebut menjelang berbuka puasa dalam rangka gerakan pengembangan ekonomi ummat.Dalam kesempatan tersebut, Pejabat (Pj) Bupati H Raden Iip Hidayat, pihaknya, mengapresiasi program yang digulirkan oleh Baznas ini dan berharap para pedagang dapat meraih manfaat dengan menjual beragam jenis penganan khas Ramadhan. “Alhamdulilah dilaksanakan bukan di pusat kota dengan harapan agar simpul-simpul ekonomi dapat menyebar ke berbagai pelosok. Dengan harapan agar program ini dapat dipertahankan sehingga dapat mendongkrak pendapatan para Mustahik hingga menjadi Muzaki. Semoga ditahun depan program serupa semakin bergulir dengan jumlah peserta yang lebih banyak tersebar di sejumlah daerah di Kab. Kuningan,” ujar Iip.
BERITA19/03/2024 | HUMAS
BAZNAS Kuningan Gelar Motivasi ESQ Sosialisasikan Program Duta Zakat Infak dan Sedekah
BAZNAS Kuningan Gelar Motivasi ESQ Sosialisasikan Program Duta Zakat Infak dan Sedekah
BAZNAS Kabupaten Kuningan menggelar pelatihan motivasi Emotional Spiritual Quotient (ESQ) untuk mensosialisasikan program BAZNAS dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan, bertempat di sebuah hotel Desa Sangkanurip, Rabu 31 Januari 2024. Kegiatan yang dihadiri Pj Bupati Kuningan, H Raden Iip Hidayat didampingi Sekda H Dian Rachmat Yanuar, diikuti sebanyak 320 peserta terdiri dari para pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan. Selain itu, segenap unsur kepala sekolah tingkat SMP dan SMA, kepala KUA, ketua Organisasi Keagamaan dan pimpinan perguruan tinggi. "Dengan tema 'Menjadikan duta akhlaq dan duta zakat di Kabupaten Kuningan' pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bagi segenap ASN untuk berzakat demi kemashlahatan umat sehingga berkurangnya tingkat kemiskinan. Melalui pelatihan motivasi ESQ ini peserta diarahkan untuk dapat mencapai nilai-nilai dasar dan membantu membangkitkan kekuatan tersembunyi serta mengerahkan seluruh potensi dirinya untuk kehidupan dan pekerjaan yang lebih produktif, aktif, dan lebih berhasil,” ungkap Pj Bupati H Raden Iip Hidayat. Selain itu, lainjut Iip, untuk memotivasi peserta agar dapat berzakat lebih rutin, dengan harapan setelah mengikuti pelatihan ini, kita dapat menjadi manusia yang mampu mempraktekan nilai 'tujuh budi utama'. Yakni; jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli. Pada prakteknya akan semakin membawa perubahan ke arah lebih baik bagi lingkup pekerjaan masing-masing. Ketua BAZNAS Kab Kuningan, H Raden Yayan Sofyan, mengemukakan, pajak dengan zakat itu berbeda. Pajak adalah perintah negara dan zakat adalah perintah agama bagi yang muslim. Tujuan pengelolaan zakat ialah meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat. Selan itu, meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Kewajiban zakat dibebankan bagi yang sudah memenuhi ketentuan, dalam Fatwa MUI Nomor: 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan dan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 31 tahun 2019. Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Agama Nomor: 52 tahun 2014 mengenai Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif. Nisab zakat pendapatan senilai 85 (delapan puluh lima) gram emas serta kadar zakat pendapatan dan jasa senilai 2,5 persen (dua koma lima per seratus) serta ditunaikan pada saat pendapatan dan jasa diterima dan dibayarkan melalui amil zakat resmi. Maka secara perhitungan sesuai surat Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor: 1 tahun 2023, nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2023 senilai 85 (delapan puluh lima) gram emas atau setara dengan Rp81.945.667/tahun atau Rp6.828.806/bulan. Artinya jika 2,5% x Rp6.828.806 = Rp170.720,15 atau dibulatkan Rp171.000. “Jadi, jika ada yang pendapatanya secara 'bruto' sudah melebihi Rp6.828.806, maka ini yang sebenarnya harus ditunaikan kewajiban berzakat, terlebih dahulu sebelum dipotong infak dan lain lain, dahulukan wajib sebelum sunah. Dalam kaidah hukum wajib seperti halnya sholat lima waktu maka zakat juga tidak ada ketentuan ikhlas tidak ikhlas ridha atau tidak melainkan tetap harus ditunaikan,” tutur H Yayan. Dijelaskan dia, bagi yang belum memenuhi ketentuan wajib zakat (nisab), ada kebaikan dari infak sedekah, sebagai bentuk kepedulian adanya kebersamaan dalam rangka melapis program membantu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Selain itu, ikut meningkatkan kualitas pendidikan khususnya yang ada di wilayah Dinas Pendidikan. Kiranya semua elemen (ASN/P3K) yang bekerja di wilayah masing-maisng untuk ikut serta berkontribusi melalui infak sedekah yang besaran jumlahnya tidak ditentukan. Akan tetapi jika ada yang berkesepakatan berdasarkan hasil musyawarah bersama yang mewakili aspirasi dari semua elemen, maka besaran boleh untuk ditentuka
BERITA19/02/2024 | HUMAS
Baznas kabupaten kuningan berikan penghargaan untuk para pemulung
Baznas kabupaten kuningan berikan penghargaan untuk para pemulung
Dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup sedunia Baznas kabupaten kuningan berikan penghargaan untuk para pemulung sabtu 05/06/21 bertempat di waduk darma kabupaten kuningan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas kinerja para pemulung, yang telah bekerja keras untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA. Berdasarkan paparan kepala dinas lingkungan hidup kab kuningan, para pemulung yang berjumlah 50 orang di TPA dapat mengurangi tumpukan sampah sekitar 24.440 Kg/bulan. Penyerahan penghargaan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Baznas kabupaten kuningan Drs. H. R Yayan Sofyan M.M bersama Bupati kabupaten kuningan H. Acep Purnama S.H. M. M. H, menyerahkan seperangkat Keperluan untuk beraktifitas para pemulung seperti Topi, Baju, dan Sepatu Booth. Peringatan hari lingkungan hidup yang bertemakan “Environment Restoration” atau “Restorasi Lingkungan", yang di laksanakan oleh dinas lingkungan hidup kab kuningan, dihadiri pula oleh Sekda kab kuningan Forkopimda kab kuningan , Komisioner baznas bidang pendistribusian H. Yusron Kholid M. SI dan para tamu undangan.
BERITA19/02/2024 | Ah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kuningan.

Lihat Daftar Rekening →