WhatsApp Icon
Keteladanan Tokoh Agniya, H Dudung Owner AS Putra Grup Salurkan Zakat Maal Rp50 Juta Melalui BAZNAS Kuningan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan kembali menerima penyaluran zakat maal sebesar 50jt dari salah satu tokoh agniya terkemuka di Kabupaten Kuningan, H. Dudung Dulajid selaku Owner AS Putra Grup, penyerahan zakat tersebut dilaksanakan langsung di Kantor AS Putra Grup pada Kamis (12/03).

Kedatangan jajaran pimpinan BAZNAS Kuningan disambut hangat oleh H. Dudung.  Zakat maal tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Drs. HR. Yayan Sofyan, MM., didampingi Wakil Ketua, Drs. KH. Abdul Aziz Amarullah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Drs. HR. Yayan Sofyan, MM., menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi H. Dudung yang secara konsisten menunaikan kewajiban zakatnya melalui lembaga resmi. Menurutnya, H. Dudung adalah simbol pengusaha yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

"Kami sangat mengapresiasi konsistensi Pak H. Dudung, Owner AS Putra Grup, yang setiap tahun rutin menitipkan zakatnya melalui BAZNAS Kuningan. Beliau adalah sosok agniya yang harus diteladani oleh kita semua," ujar pak H Yayan

Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini akan dijaga dengan penyaluran yang tepat sasaran. 

"Dana ini akan kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai peruntukan asnaf, guna membantu masyarakat yang membutuhkan, kita doakan semoga pak H Dudung diberikan kesehatan, keberkahan dan diberikan kelancaran dalam segala aktivitas bisnisnya," tambahnya.

Dalam momentum tersebut, H. Dudung menyatakan rasa syukurnya dapat kembali berkontribusi bagi kemaslahatan umat melalui BAZNAS. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan lembaga zakat resmi.

"Alhamdulillah, hari ini saya dapat kembali menunaikan zakat melalui BAZNAS Kuningan. Saya berharap uang yang dititipkan ini dapat didistribusikan sesuai peruntukannya, khususnya untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tutur H. Dudung

Lebih jauh, sebagai tokoh pengusaha, beliau juga menitipkan pesan bagi rekan-rekan sejawatnya di Kabupaten Kuningan.

"Alhamdulilah tahun ini zakatnya kami tingkatkan, dan semoga dapat diikuti oleh agniya lainnya" Pungkasnya

Sosok H. Dudung dikenal bukan sekadar pengusaha sukses dan tokoh berpengaruh di Kabupaten Kuningan, melainkan juga sebagai agniya teladan yang istiqomah menunaikan zakatnya setiap tahun melalui BAZNAS.

 

Menanggapi kepercayaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kuningan berkomitmen penuh untuk menjaga transparansi dan profesionalisme. Hal ini dilakukan demi memastikan setiap rupiah yang dititipkan oleh para tokoh seperti H. Dudung dapat dikelola dengan amanah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kuningan.

 

12/03/2026 | Kontributor: Humas
Penjelasan Respons Positif BAZNAS RI Terhadap Tanggapan Publik Mengenai Laporan Keuangan Tahun 2024

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan ini menyampaikan tanggapan resmi terhadap informasi di media sosial, terkait Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024. 

BAZNAS RI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli dengan pengelolaan zakat yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI. BAZNAS ingin menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A). 

Tata kelola zakat di BAZNAS menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak. Laporan keuangan BAZNAS setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen, sehingga menjamin validitas dan kredibilitas angka-angka yang dilaporkan. Selain itu, BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. 

Pengawasan fungsional secara berkala juga dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI, sementara secara internal BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko dan Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses bisnis lembaga.

Tidak hanya itu, sebagai wujud keterbukaan informasi publik, seluruh laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses dan dikaji oleh masyarakat luas melalui laman resmi www.baznas.go.id, sehingga publik dapat melakukan pengawasan sosial secara mandiri.

Dalam menyalurkan zakat, seluruh dana zakat yang ditunaikan oleh muzaki ke BAZNAS disalurkan kepada delapan asnaf sesuai syariat islam secara proporsional. Kedelapan asnaf tersebut ialah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil. Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui KMA no. 606 tahun 2020 menetapkan paling banyak 12,5 persen (1/8 bagian). Untuk asnaf lainnya, proporsi penyalurannya berdasarkan skala prioritas berbasis program guna meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan sesuai dengan tujuan dari pengelolaan zakat menurut Undang-undang no. 23 tahun 2011.

Dalam postur penyaluran zakat sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan dana zakat dengan porsi terbesar kepada asnaf miskin, yakni mencapai 38,4 persen dari total seluruh dana zakat yang disalurkan. Asnaf miskin sendiri merupakan salah satu dari delapan golongan penerima zakat yang secara syariah didefinisikan sebagai orang yang memiliki harta atau penghasilan, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari bagi diri dan keluarganya, baik kebutuhan pangan, sandang, maupun papan. 

Penyaluran kepada asnaf miskin ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah perkotaan, BAZNAS RI menjalankan berbagai program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, Z-Auto, dan sejenisnya, yang memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro binaan dengan pendampingan intensif. 

Sementara untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah pedesaan, BAZNAS RI melaksanakan program Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah yang menyasar petani, peternak, dan nelayan di berbagai pelosok daerah.

Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dalam mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan. Alokasi terbesar dari Asnaf Fi Sabilillah disalurkan dalam bentuk bantuan pendidikan berupa program beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, Madrasah Layak Belajar, berbagai bantuan pendidikan yang berasal dari permohonan publik ke BAZNAS. Selain itu bantuan Fi sabililah juga disalurkan untuk dukungan bagi para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah-daerah minoritas muslim yang membutuhkan penguatan dakwah. 

Sementara itu terkait porsi amil yang juga menjadi sorotan, BAZNAS RI perlu menjelaskan bahwa keberadaan amil sebagai pengelola zakat secara eksplisit disebut dalam QS. al-Taubah ayat 60 sebagai salah satu dari delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Persentase amil maksimal 12,5 persen (1/8) dari dana zakat diatur secara jelas dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah atas Laporan Pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah. 

Dari postur Laporan Keuangan BAZNAS RI 2024, telah sesuai aturan, di mana realisasi dana amil dari zakat sebesar 12,32 persen. Angka tersebut kurang dari 1/8 atau 12,5 persen dana amil sesuai ketentuan di atas. Dana ini digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, belanja administrasi umum, kebutuhan operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di seluruh kementerian, lembaga, BUMN, dan instansi vertikal di seluruh Indonesia dan dana Amil juga digunakan untuk pengembangan teknologi informasi.

BAZNAS RI mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa merujuk pada sumber resmi milik BAZNAS yaitu laman baznas.go.id dan media sosial BAZNAS RI. Kepercayaan publik adalah amanah terbesar yang terus dijaga dengan konsistensi dan berintegritas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyaluran zakat demi mewujudkan kesejahteraan umat dan percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

04/03/2026 | Kontributor: BAZNAS RI
BAZNAS Kuningan Pertahankan Opini WTP 8 Tahun Berturut-turut

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan kembali menerima hasil audit laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Raihan ini menandai konsistensi BAZNAS Kuningan dalam mempertahankan predikat tersebut selama delapan tahun berturut-turut.

Penyerahan hasil audit laporan keuangan secara simbolik dilakukan oleh Supervisor Audit Kantor akuntan publik Moch. Zainuddin, Sukmadi & Rekan yaitu Koswara, SE., Ak., CA, ACPA kepada Ketua Baznas Kuningan Drs HR Yayan Sofyan MM Kamis (12/02/2026) di Kantor BAZNAS Kuningan.

Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H. R. Yayan Sofyan, MM, menyampaikan bahwa hasil audit ini merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada publik dan para muzaki.

"Alhamdulillah, BAZNAS telah selesai diaudit oleh KAP dengan hasil WTP yang ke-8 kalinya. Bagi kami, ini adalah bukti bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara transparan dan terukur sesuai standar akuntansi yang berlaku" ujar Pak Yayan.

Pencapaian ini juga menjadi catatan penting menjelang berakhirnya masa jabatan pengurus komisioner periode 2021-2026. Beliau menekankan pentingnya kerja sama tim dalam menjaga kualitas kerja hingga akhir masa bakti.

"Tahun 2026 ini merupakan masa-masa akhir jabatan kami, kami bersyukur dapat menuntaskan amanah jabatan ini dengan audit keuangan yang baik dan profesional, ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan dan amil yang telah bekerja sungguh-sungguh dalam menjalankan program selama ini. Opini WTP ini menjadi standar minimal yang harus kita jaga bersama sebagai bentuk amanah kepada umat," tuturnya.

Ia berharap agar tata kelola yang sudah berjalan dapat terus diperbaiki agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kuningan.

"Ke depan, kami berharap pengelolaan zakat bisa lebih baik lagi. Transparansi melalui audit ini diharapkan dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat untuk menitipkan zakatnya melalui BAZNAS," pungkasnya.

Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS Kuningan secara rutin menjalani dua jenis pengawasan ketat untuk menjaga kepercayaan publik. Selain melalui audit keuangan oleh auditor eksternal (KAP) untuk memastikan akuntabilitas secara profesional, lembaga ini juga wajib melalui audit syariah guna memastikan seluruh pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan hukum Islam.

12/02/2026 | Kontributor: Humas
Kuningan Tetapkan Zakat Fitrah Beras 2,5Kg Atau Uang 35rb Tahun ini

Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan besaran zakat fitrah untuk tahun 1447 H / 2026 M sebesar 2,5 kilogram beras atau Rp35.000 per jiwa. Ketetapan ini resmi diputuskan dalam rapat koordinasi Dewan Syariah yang digelar di Aula ASDA Kabupaten Kuningan, Selasa (3/2/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I), H. Toni Kusumanto, A.P., M.Si., serta Kabag Kesra, Emup Muplihudin, S.Pd, Hadir pula jajaran Dewan Syariah yang terdiri dari perwakilan MUI, NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, serta jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan

Penetapan angka konversi Rp35.000 tersebut merujuk pada pemantauan harga pasar dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, di mana Harga Eceran Tertinggi (HET) beras saat ini rata-rata berada pada angka Rp14.000 per kilogram.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi harga pasar saat ini serta mendengarkan masukan syariah dari para ulama.

"Alhamdulillah, hari ini kami telah menyepakati besaran zakat fitrah untuk tahun 2026. Berdasarkan hasil diskusi dan pemantauan harga di lapangan, harga beras di Kuningan saat ini rata-rata Rp14.000 per kilogram. Maka jika diuangkan, zakat fitrah ditetapkan sebesar Rp35.000 per jiwa,” ujar Uu Kusmana.

Lebih lanjut, Sekda mengajak seluruh masyarakat muslim di Kuningan untuk segera menunaikan kewajibannya.

"Kami mengimbau kaum muslimin di Kabupaten Kuningan agar dapat segera menunaikan zakat fitrah sesuai ketentuan yang ada, sebagai bentuk ketaatan dalam menjalankan kewajiban agama,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Drs. HR. Yayan Sofyan, MM, menegaskan bahwa ketetapan ini merupakan hasil kolektif yang sah dari para ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam.

"Ketetapan ini lahir dari musyawarah bersama Dewan Syariah. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat Kuningan, baik di lingkungan dinas, instansi, lembaga, maupun masyarakat umum, untuk menyalurkan zakat fitrahnya melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi,” kata Yayan Sofyan.

Ia juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan UPZ yang ada di tiap kantor dinas maupun masjid-masjid terdekat agar pendistribusian zakat lebih terorganisir dan tepat sasaran.

Dengan adanya penetapan lebih awal ini, diharapkan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan kewajibannya, sehingga proses pengumpulan dan pendistribusian oleh BAZNAS dapat berjalan optimal.

Adapun pihak-pihak yang hadir dalam rapat penetapan tersebut antara lain:

1. Sekretaris Daerah Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si.

2. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I), H. Toni Kusumanto, A.P., M.Si.

3. Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin,S.Pd

4. Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. HR. Yayan Sofyan, MM.

5. Para Wakil Ketua BAZNAS Kuningan: H. Yusron Kholid, M.Si., Dr. KH. Aang Syarli, Lc., M.Si., dan Dr. Uci Sanusi, M.Pd.

6. Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan : AANG SUBHANUDDIN S.HI, M.H

7. Ketua MUI Kabupaten Kuningan : Drs. KH. Dodo Syarif Hidayatullah, M.A

Pimpinan Ormas Islam: 

1. Ketua PD Muhammadiyah : Ustadz Dadan Rohmatun Ramdan, Lc

2. Ketua Persis :  Ustadz Iwan Setiawan

3. Ketua PUI : Dani Abdul Gani, M.Pd

4. PC NU : K. Agus Romli

03/02/2026 | Kontributor: Humas
Resmi dibuka Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Kuningan Ini Persyaratannya

Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Tim Seleksi (Panitia Seleksi) Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan secara resmi mengumumkan pembukaan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan Periode 2026–2031.

Pengumuman tersebut dikeluarkan oleh Ketua Tim Seleksi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto, AP., M.Si., dan disampaikan kepada publik melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, S.Pd., selaku Ketua Sekretariat Tim Seleksi, dalam agenda penyampaian informasi kepada media.

Dalam keterangannya, Emup Muplihudin menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan amanat regulasi dan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat tata kelola zakat agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

“Atas arahan dan keputusan Ketua Tim Seleksi, Bapak H. Toni Kusumanto, seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan ini dibuka secara terbuka dan kompetitif, guna menjaring figur-figur terbaik dari unsur masyarakat yang memiliki integritas, kapabilitas, serta komitmen kuat dalam pengelolaan zakat,” ujar Emup Muplihudin.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan seleksi ini berpedoman pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Dengan berlandaskan regulasi tersebut, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjamin objektivitas, akuntabilitas, serta kepercayaan publik terhadap hasil seleksi. Pendaftaran Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan dibuka mulai 15 hingga 30 Januari 2026.

Peserta seleksi berasal dari unsur masyarakat yang meliputi ulama, tokoh masyarakat Islam, dan tenaga profesional, yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan oleh Tim Seleksi. Surat pengumuman resmi Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan Periode 2026–2031 dapat diunduh melalui tautan berikut: https://bit.ly/Pengumuman-CBK26 

Adapun tahapan seleksi meliputi:

  1. Seleksi administrasi;
  2. Tes pengetahuan dasar;
  3. Penulisan makalah; dan
  4. Wawancara.

Seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan tidak dipungut biaya. Dokumen pendaftaran disampaikan langsung kepada Sekretariat Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan yang berkedudukan di Kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Komplek Kuningan Islamic Center, sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Emup Muplihudin menegaskan bahwa Tim Seleksi berharap proses ini dapat menghasilkan pimpinan BAZNAS yang tidak hanya memahami aspek fikih dan regulasi zakat, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajerial, serta mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam seleksi ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang amanah dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” tambahnya. |

Tim Seleksi menegaskan bahwa seluruh keputusan hasil seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat, serta setiap perkembangan informasi seleksi akan diumumkan melalui laman resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.

15/01/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Baznas Kuningan Gelar BTB Go To School di SMKN 4 Kuningan
Baznas Kuningan Gelar BTB Go To School di SMKN 4 Kuningan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan melalui unit Baznas Tanggap Bencana (BTB) menggelar program BTB Go to School di SMKN 4 Kuningan, Kamis (21/8). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kesadaran dan keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana. Program pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait mitigasi bencana. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu merespons situasi darurat secara tepat, baik untuk keselamatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.i Pimpinan Baznas Kuningan, H. Yusron Kholid, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran siswa sebagai agen edukasi kebencanaan di sekolah. “Kami berharap para siswa yang mendapat pelatihan hari ini dapat menularkan pengetahuan yang mereka peroleh kepada teman-teman lainnya, sehingga seluruh warga sekolah mampu mengantisipasi dan menghadapi bencana secara bersama-sama,” ujar pak Yusron Sementara itu, Kepala SMKN 4 Kuningan, Yayan Sopyan, S.Ag., M.Pd.I, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun budaya tanggap bencana di lingkungan sekolah. “Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengedukasi warga sekolah agar siap menghadapi kemungkinan bencana di sekitar kita, khususnya di lingkungan sekolah. Kami ingin seluruh siswa menjadi pribadi yang tanggap terhadap bencana, meskipun peristiwa itu tidak dapat diduga, namun tetap bisa dimitigasi dan ditangani dengan baik,” kata Yayan. Melalui program BTB Go to School, Baznas Kuningan tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat, tetapi juga memperluas peran sosialnya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana. Ke depan, kegiatan serupa akan digelar di berbagai sekolah lain sebagai bagian dari upaya edukasi publik yang berkesinambungan.
BERITA21/08/2025 | HUMAS
BAZNAS dan TNI Resmikan Rumah Layak Huni Perdana di Desa Kramatmulya Kuningan – 29 Juli 2025
BAZNAS dan TNI Resmikan Rumah Layak Huni Perdana di Desa Kramatmulya Kuningan – 29 Juli 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama TNI resmi menyerahkan dua unit Rumah Layak Huni (RLH) perdana kepada keluarga almarhum Muslim dan keluarga Pak Kurdi di Desa Kramatmulya, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (29/7). Penyerahan ini merupakan bagian dari sinergi BAZNAS dan TNI dalam mempercepat rehabilitasi rumah tidak layak huni di wilayah Kuningan. Kegiatan dimulai dengan prosesi peresmian yang ditandai oleh pengguntingan pita dan penyerahan simbolis kunci rumah. Peresmian ini diselenggarakan di lokasi bangunan baru yang telah selesai direhabilitasi menjadi hunian layak huni bagi keluarga penerima manfaat. Kedua keluarga penerima sebelumnya tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Rumah almarhum Muslim dan keluarga Pak Kurdi, yang sempat ditinggali dalam kondisi darurat, kini telah dibangun ulang dengan fasilitas yang lebih aman dan nyaman. Program ini mencerminkan komitmen BAZNAS bersama TNI untuk meningkatkan kualitas hunian bagi mustahik melalui RLHB Dandim Kuningan Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan, S.Sos., menyampaikan rasa syukur atas rampungnya program renovasi rumah sebagai bagian dari Program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) yang kolaboratif antara Kodim dan BAZNAS." Program ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masalah yang dihadapi masyrakat" Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa peresmian ini menandai dimulainya fase baru rehabilitasi hunian tidak layak huni secara kolektif. Program juga diharapkan mampu memotivasi stakeholder lainnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial serupa. “Kami yakin rumah baru ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi simbol harapan bagi keluarga almarhum Muslim dan Pak Kurdi agar dapat memulai kehidupan yang lebih baik,” ungkap Pimpinan BAZNAS. Peresmian ini berlangsung di hadapan perangkat desa, anggota TNI, serta masyarakat desa setempat—sebagai bentuk bukti nyata kolaborasi lembaga zakat dan institusi militer dalam program sosial kemasyarakatan.
BERITA31/07/2025 | ah
BAZNAS Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Ibu Sami di Kutamandarakan
BAZNAS Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Ibu Sami di Kutamandarakan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) kepada Ibu Sami, warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, pada Rabu (31/7). Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program prioritas BAZNAS yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui penyediaan hunian yang aman dan layak. Ibu Sami sebelumnya tinggal di rumah semi permanen yang terbuat dari bilik bambu. Kondisinya memprihatinkan, nyaris roboh, dan sangat tidak layak huni. Melalui kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Kuningan dan TNI, rumah tersebut kini telah dibangun ulang dengan struktur yang lebih kokoh, layak, dan nyaman untuk ditinggali. “Terimakasih BAZNAS dan TNI telah membangun rumah saya". Peresmian ini disaksikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan H Yusron Kholid M.Si, perwakilan TNI, perangkat desa, serta warga setempat. Selain rumah Ibu Sami, pada hari yang sama BAZNAS juga meresmikan rumah milik Ibu Cucu di Kelurahan Cigugur yang menerima bantuan serupa. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk konkret pendistribusian dana zakat untuk mustahik yang benar-benar membutuhkan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi. “Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyrakat yang membutuhkan,” ujarnya. Rumah Layak Huni merupakan salah satu program unggulan BAZNAS secara nasional, dengan target ribuan unit rumah di berbagai daerah. Di Kabupaten Kuningan, program ini terus bergulir melalui dukungan masyarakat dan sinergi antar-lembaga. Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak penerima.
BERITA31/07/2025 | ah
BAZNAS Hadirkan Dapur Air Dalam Gerakan Sholat Subuh Berjamaah 10.000 Anak Muslim di Kuningan
BAZNAS Hadirkan Dapur Air Dalam Gerakan Sholat Subuh Berjamaah 10.000 Anak Muslim di Kuningan
Kuningan, 28 Juli 2025 – Pada Ahad pagi (28/07), tim relawan BTB turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah 10.000 Anak Muslim yang dilaksanakan di Masjid Agung Syiarul Islam, Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan program kolaboratif antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai upaya membangun budaya ibadah berjamaah sejak dini di kalangan anak-anak. Dalam kegiatan tersebut, tim relawan BTB membuka dapur air yang menyediakan minuman hangat dan makanan ringan secara cuma-cuma kepada seluruh peserta dan masyarakat yang hadir. Kehadiran dapur air ini bertujuan untuk mendukung kelancaran kegiatan serta memberi kenyamanan kepada para jamaah, khususnya anak-anak. Program ini menggerakkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk secara konsisten melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid di desa masing-masing, sebagai langkah awal dalam membangun karakter religius dan kebersamaan. Kegiatan ini juga diikuti oleh para orang tua, guru, tokoh agama, dan pemangku kebijakan daerah. Sebagai bagian dari agenda kegiatan, dilakukan pula deklarasi bersama oleh seluruh peserta untuk melaksanakan sholat maghrib dan isya berjamaah secara rutin di masjid. Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen masyarakat dalam menghidupkan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan pembinaan umat. Kami berharap, melalui keikutsertaan BTB dalam kegiatan ini, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung gerakan spiritual dan sosial yang berkelanjutan di lingkungan Kabupaten Kuningan.
BERITA28/07/2025 | ah
Layanan Kesehatan Keliling BAZNAS Disambut Antusias Lansia di Desa Giriwaringin
Layanan Kesehatan Keliling BAZNAS Disambut Antusias Lansia di Desa Giriwaringin
KUNINGAN — Sebanyak 75 lansia hadir berbondong-bondong di Aula Desa Giriwaringin, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Kamis (24/7/2025), untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dalam program Layanan Kesehatan Keliling yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Kuningan, Puskesmas Maleber, dan Pemerintah Desa Giriwaringin. Program ini bertujuan memberikan kemudahan akses kesehatan bagi para lansia, khususnya yang tinggal di pedesaan. Dalam kegiatan ini, para lansia mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, dan konsultasi kesehatan. Selain itu, mereka juga menerima obat-obatan secara gratis sesuai dengan diagnosa awal dari petugas medis. Komisioner BAZNAS Kuningan, H. Yusron Kholid, M.Si, menyampaikan bahwa antusiasme para lansia menunjukkan tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan yang merata. "Alhamdulillah, saya melihat para lansia sangat senang dan antusias karena mendapatkan perhatian dari BAZNAS. Ini membuktikan bahwa negara hadir untuk melayani dan memperhatikan kesehatan para lansia yang membutuhkan, khususnya dari aspek pelayanan kesehatan," ujarnya. Ia juga mengapresiasi sinergi lintas pihak yang turut menyukseskan kegiatan ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan pihak puskesmas yang telah merespons dengan baik, sehingga kegiatan layanan kesehatan keliling ini dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini memiliki nilai manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya. Kepala Desa Giriwaringin, Sobarudin (Obay), menyampaikan rasa terima kasih mewakili masyarakat. "Seluruh warga Desa Giriwaringin mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Kuningan, dan Puskesmas yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan layanan kesehatan gratis di desa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan warga kami," katanya. Dengan jumlah peserta mencapai 75 lansia, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar lembaga dapat menjadi solusi nyata dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia. Hadir dalam kegiatan tersebut ketua BAZNAS Kuningan Drs H.R Yayan Sofyan M.M yang meninjau jalannya kegiatan layanan kesehatan keliling.
BERITA24/07/2025 | ah
Tingkatkan Kapasitas Pencatatan Amil BAZANAS Kuningan Ikuti Pelatihan SIMBA
Tingkatkan Kapasitas Pencatatan Amil BAZANAS Kuningan Ikuti Pelatihan SIMBA
Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan data zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Kuningan menggelar Pelatihan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) selama dua hari, mulai tanggal 3 hingga 4 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kuningan dan menghadirkan tim pelatih langsung dari BAZNAS RI (Pusat). Pelatihan ini diikuti oleh seluruh staf operasional dan pengelola pelaporan BAZNAS Kuningan. Sistem SIMBA sendiri merupakan aplikasi resmi yang dikembangkan oleh BAZNAS RI untuk mendukung pengelolaan data secara terintegrasi, transparan, dan akuntabel dari tingkat pusat hingga daerah. “Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh staf BAZNAS di daerah memahami dan mampu mengoperasikan sistem SIMBA dengan baik. Dengan sistem ini, kita bisa memperkuat tata kelola zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan,” ujar perwakilan tim pelatih dari BAZNAS RI. Komisioner BAZNAS Kabupaten Kuningan H yusron Kholid M.Si, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari BAZNAS RI. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan zakat di Kabupaten Kuningan. Salah satu caranya adalah dengan membekali SDM kami dengan kemampuan digital dan pengelolaan data yang sesuai standar nasional,” tuturnya. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman teknis terkait modul-modul utama dalam SIMBA, seperti modul penghimpunan, pendistribusian, pelaporan keuangan, hingga fitur pelacakan mustahik dan muzaki. Tidak hanya itu, sesi praktik langsung juga menjadi bagian penting dalam pelatihan, agar staf dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan ke depan BAZNAS Kuningan semakin optimal dalam menyajikan data dan laporan yang akurat, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
BERITA07/07/2025 | ah
BAZNAS Kuningan Salurkan Rp 540 Juta untuk Guru Ngaji, Guru Madrasah dan Takmir Masjid
BAZNAS Kuningan Salurkan Rp 540 Juta untuk Guru Ngaji, Guru Madrasah dan Takmir Masjid
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan salurkan bantuan stimulan sebesar Rp 540 juta kepada 1.544 orang penerima manfaat, yang terdiri dari guru ngaji, guru madrasah, pendidik RA/TKA/TPA, serta takmir masjid. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kuningan dalam mendukung visi “Kuningan Melesat”, khususnya pada pilar Ngaji Diri, yang meliputi kepedulian terhadap guru, santri, dan pesantren mandiri serta merupakan bentuk kepedulian baznas kepada para Guru ngaji, takmir mesjid, guru madrsah yang selama ini menjadi ujung tombak kecerdasan spiritual di masyrakat Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan kepada perwakilan empat kecamatan. Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menyampaikan bahwa dana ini merupakan hasil penghimpunan zakat tahun 2025. “Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan Rp 540 juta kepada 1.544 penerima manfaat. Penyaluran selanjutnya akan dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan,” ujarnya. Ketua Baznas menyebutkan, kinerja Baznas Kuningan tahun 2024. Total penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan mencapai Rp 7,624 miliar, dengan distribusi sebesar Rp 6,011 miliar kepada 5.820 mustahik melalui lima program utama, yaitu kemanusiaan, kepedulian, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, memberikan apresiasi atas upaya BAZNAS dalam membantu para guru ngaji dan tokoh agama. “Ini bukan sekadar bantuan uang, tetapi jembatan yang menghubungkan masa kini dan masa depan. Ini memberikan asa bagi kecerdasan spiritual anak-anak kita,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ini merupakan salah satu bukti bahwa dana zakat yang selama ini dikelola oleh BAZNAS Kuningan dijalankan secara profesional dan dapat memberikan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan “Saya ko yakin, jika 12.800 ASN di Kabupaten Kuningan konsisten menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Kuningan, InsyaAllah kemiskinan di Kabupaten Kuningan akan terurai.” pungkasnya Senada dengan itu, Komisioner BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ali Kosim, S.H.I., M.Ag., menambahkan bahwa BAZNAS Kuningan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat selama ini telah banyak berkolaborasi. “Alhamdulilah kolaborasi kami, contohnya kemarin dalam program Balai Ternak di Desa Sayana, yang saya dengar hari ini program mengalami perkembangan yang baik. Program-program pemberdayaan ini terbukti mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS adalah mitra strategis Pemerintah daerah dalam isu isu kemanusiaan dan kemiskinan. “Kami berharap dukungan penuh dari Pak Bupati baik dalam penghimpunan maupun dalam kolaborasi program ke depan. Karena tidak ada satu pun program BAZNAS di berbagai daerah yang bertentangan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Termasuk bantuan untuk guru ngaji ini, saya yakin sangat sejalan dengan program Pak Bupati.” pungkasnya Penyaluran ini menandai langkah strategis BAZNAS Kabupaten Kuningan dalam memastikan dana zakat benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak, serta mendorong lahirnya sinergi yang lebih kuat antara lembaga zakat dan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Komisioner BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Ali Kosim, S.H.I., M.Ag, Ketua BAZNAS Kuningan Drs. H. Yayan Sofyan, M.M, serta Komisioner BAZNAS Kuningan H. Yusron Kholid, M.Si dan Dr. H. Uci Sanusi, M.Pd.
BERITA21/05/2025 | HUMAS
BAZNAS Hadirkan Dapur Air dalam Giat Susur Sungai IPMA Awirarangan
BAZNAS Hadirkan Dapur Air dalam Giat Susur Sungai IPMA Awirarangan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan melalui unit Baznas Tanggap Bencana (BTB) menghadirkan layanan Dapur Air dalam kegiatan susur sungai yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Awirarangan (IPMA) di aliran Sungai Citamba, Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, pada Sabtu (10/5). Kegiatan ini bertujuan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyediakan layanan kemanusiaan berupa Dapur Air Baznas bagi para relawan dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, serta melibatkan berbagai pihak, di antaranya Ikatan Pemuda Awirarangan (IPMA), BPBD Kuningan, dan stakeholder terkait lainnya. Dalam keterangan nya, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. “Baznas peduli terhadap kebersihan sungai, karena menjaga kebersihan sungai merupakan kewajiban kita, sebab sungai adalah tempat mengalirkan air ke sawah-sawah dan menopang keberlanjutan kehidupan kita,” ujarnya. Selain aksi bersih-bersih sungai, Baznas juga menghadirkan Dapur Air Baznas, yang menyediakan minuman dingin, kopi, dan sejenisnya untuk para relawan serta masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan. “Selain program kemanusiaan, program menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari perhatian Baznas, melalui BTB. Kami menyediakan Dapur Air Baznas sebagai bentuk layanan untuk para relawan dan masyarakat yang kehausan saat bertugas,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai serta memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga kemanusiaan dalam upaya pelestarian lingkungan.
BERITA10/05/2025 | HUMAS
H. DUDUNG DAN KELUARGA, OWNER AS PUTRA GRUP, SALURKAN ZAKAT MELALUI BAZNAS KUNINGAN
H. DUDUNG DAN KELUARGA, OWNER AS PUTRA GRUP, SALURKAN ZAKAT MELALUI BAZNAS KUNINGAN
Pemilik AS Putra Grup, Pak H. Dudung beserta keluarga, menyalurkan zakat maal sebesar Rp40 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kuningan, Senin (24/03/2025) Prosesi penyerahan zakat ini dilakukan langsung di kantor AS Putra dan diterima oleh Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, didampingi Pimpinan BAZNAS Dr. K.H. Aang Asyari, Lc., M.Si, dan Dr. H Uci Sanusi M.Pd Dalam kesempatan tersebut, Pak H. Dudung menyampaikan bahwa zakat yang disalurkan ini merupakan bagian dari komitmen AS Putra Grup dalam menjalankan kewajiban sebagai perusahaan yang bergerak di berbagai sektor bisnis, di antaranya ayam broiler, telur, hotel, dan lainnya. "Alhamdulillah, hari ini saya dan keluarga menunaikan zakat melalui BAZNAS. Saya meminta doanya agar usaha di bawah naungan AS Putra Grup semakin berkembang dan diberikan keberkahan” ujar Pak H. Dudung. Ia juga menambahkan bahwa momen ini dimanfaatkan untuk mengenalkan keluarga kepada BAZNAS, dengan harapan agar semangat menunaikan zakat dapat diteruskan oleh generasi berikutnya. "Pada hari ini juga saya mengenalkan keluarga saya ke BAZNAS agar ke depannya langkah-langkah yang sudah baik dapat diteruskan, termasuk kewajiban menunaikan zakat" tambahnya. Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, mengapresiasi kepedulian Pak H. Dudung dan keluarga dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kuningan. "Mudah-mudahan usahanya semakin maju dan berkah. InsyaaAllah didampingi doa orang-orang yang dibantu melalui dana zakat dari Pak Haji dan keluarga, usaha yang dijalankan akan semakin berkah" ucapnya. Sementara itu, Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS Kuningan, Dr. K.H. Aang Asyari, Lc., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. "Terima kasih karena selama ini telah mempercayakan zakat maal-nya melalui BAZNAS Kuningan. Selain membawa keberkahan, tentu sebagai perusahaan, zakat ini juga dapat bermanfaat sebagai pengurang pajak", jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Pak H. Dudung merupakan salah satu aghniya yang konsisten dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. "Alhamdulillah, Pak Haji menjadi salah satu aghniya yang konsisten dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan menitipkan zakatnya setiap tahun melalui BAZNAS Kuningan" tambahnya. Dengan adanya kontribusi dari para muzakki seperti Pak H. Dudung dan keluarga, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS Kuningan. Semoga langkah baik ini menjadi inspirasi bagi perusahaan dan individu lain untuk ikut serta dalam menunaikan zakat guna membantu sesama.
BERITA24/03/2025 | Humas
Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan Salurkan Zakat Melalui BAZNAS Kuningan
Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan Salurkan Zakat Melalui BAZNAS Kuningan
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya membersihkan harta, Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Kuningan. Dari total Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota, disepakati sebesar Rp 7 juta dialokasikan untuk kegiatan sosial, dengan rincian Rp 5 juta diserahkan melalui BAZNAS Kuningan dan Rp 2 juta akan didistribusikan langsung oleh anggota koperasi. Penyerahan zakat dilaksanakan pada Kamis, 13 Maret 2025 bertempat di Aula Kelurahan Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Zakat secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan kepada Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H. R. Yayan Sofyan, M.M. Ketua Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan Ibu Hj Cucu Susilawati S.Sos dalam sambutannya menyampaikan, "Kami berharap zakat ini dapat mensucikan rezeki dan membawa keberkahan bagi usaha koperasi kami. Semoga ini menjadi langkah baik dalam memperkuat kepedulian sosial serta mendorong semangat berbagi di lingkungan koperasi." Acara penyerahan tersebut turut disaksikan langsung oleh Pj. Sekda Kabupaten Kuningan, Bapak Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si, Dewan Pembina Koperasi Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., dan Ketua TP PKK Kuningan, Ibu Hj. Ela Helayati, S.Sos. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap inisiatif koperasi yang turut berperan dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H. R. Yayan Sofyan, M.M., mengapresiasi langkah Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan. "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Zakat yang dititipkan ini insyaAllah akan kami salurkan kepada masyarakat yang berhak, sesuai ketentuan syariah. Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh anggota koperasi," ujarnya. Melalui kegiatan ini, Koperasi Ciremai Darma Wanita Kuningan menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam mengembangkan usaha anggota, tetapi juga dalam menumbuhkan solidaritas sosial dan berbagi manfaat kepada sesama.
BERITA13/03/2025 | Humas
ZCorner Pusat Kuliner Halal Berbasis Pemberdayaan di Kabupaten Kuningan
ZCorner Pusat Kuliner Halal Berbasis Pemberdayaan di Kabupaten Kuningan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan menggelar acara Soft Launching Z Corner yang bertempat di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan (Rabu 12/03/2025) ZCorner hadir sebagai foodcourt berbasis pemberdayaan yang mengusung konsep kuliner halal, aman, dan sehat (KHAS) serta dikelola secara profesional. Berlokasi strategis di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, ZCorner tidak hanya menjadi tempat makan yang nyaman, tetapi juga memiliki potensi berkembang menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik perhatian masyarakat luas. Sebagai Pusat Kuliner Halal, ZCorner menjadi wadah kolaborasi kebaikan dengan menyediakan makanan dan minuman yang higienis, sehat, dan sesuai standar syariah. UMKM mustahik berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan tenant-tenant yang ada, sehingga program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga membangun ekosistem halal yang berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kuningan Drs HR yayan Sofyan MM dalam sambutannya menuturkan bahwa Z Corner merupakan inovasi program pemasaran produk-produk binaan BAZNAS, yang bertujuan mendukung perekonomian UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) serta meningkatkan taraf hidup para mustahik "Terimakasih kepada BAZNAS Pusat, yang telah menjadikan kabupaten kuningan sebagai salah satu penerima program Z corner, Z Corner menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS dalam memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan mustahik.” Ujarnya Ia juga menambahkan bahwa Z Corner juga diharapkan menjadi model percontohan bagi desa-desa lainnya dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah. "z corner ini adalah bentuk inovasi, dalam pendistribusian zakat dan penguatan ekonomi umat, agar zakat tidak hanya sekedar bantuan konsumtif, tetapi juga menjadi pilar penting penggerak ekonomi masyarakat”. Pungkasnya Ia juga berharap, kedepan para Mustahik yang tergabung dalam UMKM binaan baznas, dapat menjadi muzaki, dan menitipkan sebagian hartanya melalui BAZNAS, agar lebih banyak orang yang mendapat manfaat Selain itu, kepala Desa Timbang mengucapkan terimakasih kepada BAZNAS atas program pemberdayaan yang diberikan bagi masyrarakatnya "Kami berharap Z Corner ini menjadi tempat yang membawa manfaat, khusunya bagi UMKM di desa timbang, juga bagi masyrakat sekitar yang membutuhkan jajanan bisa memanfaatkan tempat ini, agar ekonmi di desa kami berputar” Ujarnya Acara soft launching ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kuningan Drs. H. R. Yayan Sofyan, M.M., bersama Pimpinan BAZNAS Kuningan lainnya, yaitu H. Yusron Kholid, M.S.I., KH. Aang Syari, Lc., M.S.I., dan Dr H. Uci Sanusi, M.Pd. Turut hadir pula Kepala Desa Timbang, Kepala KUA Kecamatan Cigandamekar, dan Ketua UPZ (Unit Pengumpul Zakat) yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini
BERITA13/03/2025 | Humas
Sempurnakan Ramadhan, Menag RI Imbau Masyarakat Berzakat Melalui BAZNAS
Sempurnakan Ramadhan, Menag RI Imbau Masyarakat Berzakat Melalui BAZNAS
Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengimbau masyarakat untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Hal itu disampaikan Menag Nasaruddin dalam acara Ngaji Bareng BAZNAS Edisi Ramadhan 1446 H yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar menegaskan, zakat merupakan bagian penting dari penyempurnaan ibadah di bulan suci Ramadhan. "Sebagaimana shalat dan puasa, zakat juga menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Menunaikan zakat melalui BAZNAS memastikan bahwa dana yang kita salurkan dikelola dengan amanah dan tepat sasaran, karena BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang bertanggung jawab mengelola dana zakat, infak, dan sedekah," ujarnya. Ia juga menekankan, BAZNAS memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan dan profesional, sehingga dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan memastikan bantuan yang disampaikan tepat sasaran. "Tentunya sebagai lembaga pemerintah, BAZNAS diawasi oleh berbagai elemen masyarakat dalam pengelolaannya, diaudit. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS," tambahnya. Menag Nasaruddin juga mengingatkan, zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat. "Zakat memiliki potensi besar dalam mengentaskan kemiskinan. Jika seluruh umat Islam membayarkan zakatnya dengan tertib, maka manfaatnya akan sangat besar bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan masalah kemiskinan di Indonesia bisa selesai hanya dengan dana zakat saja jika potensi zakat yang luar biasa ini bisa kita kelola dengan baik, belum yang lainnya," jelasnya. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran berzakat. "Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah, perhitungkan zakat harta kita, zakat profesi kita, kalau tidak bisa menghitung sendiri, serahkan kepada amil BAZNAS untuk menghitungnya," katanya. Menag Nasaruddin kembali mengajak umat Islam untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari komitmen sosial dan ibadah yang paripurna di bulan suci ini. "Jangan ragu untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Mari bersama-sama kita optimalkan potensi zakat untuk membangun kesejahteraan umat dan mewujudkan kesejahteraan umat," ucapnya.
BERITA12/03/2025 | Humas
Lewat Balai Ternak, BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Peternak Binaan Jadi Muzaki
Lewat Balai Ternak, BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Peternak Binaan Jadi Muzaki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Balai Ternak berhasil memberdayakan 59 peternak binaan hingga bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki pada awal 2025 ini. Selain melahirkan muzaki baru, Balai Ternak BAZNAS juga mencatatkan pencapaian lain dengan berhasil mengentaskan 335 peternak hingga berada di atas Had Kifayah dan berhasil melewati garis kemiskinan. Berdasarkan data Puskas BAZNAS, had kifayah nasional pada 2024 mencapai Rp4,61 juta, meningkat dari Rp4,22 juta pada 2023 dan Rp3,01 juta pada 2018. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan, program ini menjadi bukti nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. "Balai Ternak BAZNAS bukan sekadar bantuan sementara, tetapi juga solusi jangka panjang yang mampu meningkatkan taraf hidup mustahik hingga mereka naik kelas menjadi muzaki. Ini adalah bentuk nyata dari konsep pemberdayaan berbasis zakat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (26/2/2025). Saidah menyampaikan, sebanyak 59 peternak binaan yang telah menjadi muzaki ini tersebar di 13 titik Balai Ternak di Pulau Jawa, yaitu Purworejo, Gresik, Kulon Progo, Garut, Madiun, Ngawi, Kebumen, Magelang, Serang, Gunung Kidul, Rembang, Banyumas, dan Bantul. "Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 telah mandiri, sementara 21 orang lainnya masih dalam pendampingan. Mereka terdiri atas 57 peternak laki-laki dan 2 perempuan, dengan masa pendampingan antara 12 hingga 72 bulan," jelas Saidah. Saidah menyampaikan, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini agar semakin banyak peternak yang merasakan manfaatnya dan dapat bertransformasi menjadi muzaki. "Efek domino dari program ini sangat besar. Ketika peternak sejahtera, mereka mulai membeli pakan dari pemasok lokal, menggunakan jasa transportasi, hingga mempekerjakan tenaga kerja dari komunitas sekitar,” ujar Saidah. "Kami berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Terima kasih juga kami ucapkan kepada para muzaki yang telah membantu menyejahterakan umat dan mendukung program-program BAZNAS,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menambahkan, keberhasilan program Balai Ternak tidak lepas dari pola pendampingan intensif dan sistematis yang diterapkan kepada para peternak. "Capaian ini menunjukkan bahwa program Balai Ternak berhasil memberikan pendampingan yang optimal kepada peternak di berbagai daerah, meskipun dihadapkan pada beragam tantangan," ujar Eka. Ia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi peternak binaan BAZNAS meliputi kondisi geografis, aksesibilitas lokasi, cuaca, hingga fluktuasi harga pakan dan ternak. Namun, dengan bimbingan dan dukungan berkelanjutan, mereka mampu mengelola usaha ternak secara mandiri dan berkelanjutan. "Keberhasilan ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah peternak yang naik status dari mustahik menjadi muzaki. Hal ini menjadi bukti bahwa program Balai Ternak BAZNAS tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berdampak nyata," ujarnya. Setiap tahun Balai Ternak BAZNAS melahirkan muzaki baru. Pada 2024 lalu terdapat 9 muzaki baru, 2023 (15 muzaki), 2022 (8 muzaki), 2021 (11 muzaki), 2020 (2 muzaki), 2019 (7 muzaki) dan 2018 (7 muzaki). Penghasilan muzaki baru Balai Ternak dari Rp6,650,794 s.d. Rp34,201,758 (nishab 2022: Rp6,607,748 dan nishab 2024: Rp6,859,394). Balai ternak merupakan salah satu program BAZNAS dalam rangka pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan, yang menyasar peternak mustahik sebagai penerima manfaatnya. Komoditas ternak yang dibudidayakan yaitu domba, kambing, sapi, dan ayam broiler. Hingga saat ini terdapat 51 Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di seluruh Indonesia.
BERITA27/02/2025 | Humas
Sukses Berdayakan Mustahik, Program Zmart BAZNAS RI Cetak 224 Muzaki Baru
Sukses Berdayakan Mustahik, Program Zmart BAZNAS RI Cetak 224 Muzaki Baru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program pemberdayaan ekonomi Zmart kembali berhasil memberdayakan 224 mustahik binaan naik kelas menjadi muzaki pada awal tahun 2025 ini. Adapun penghasilan yang didapatkan oleh 224 mustahik binaan usaha warung Zmart berkisar Rp5.567.000 hingga Rp25.267.700 per bulan dengan nishab Rp5.300.000 (2020) dan Rp.6.644.868 (2021). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti efektivitas zakat sebagai instrumen pemberdayaan. "Program Zmart bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi upaya nyata dalam meningkatkan kapasitas usaha ritel mikro. Mustahik yang dulu menerima zakat kini menjadi muzaki yang berkontribusi kembali kepada masyarakat,” ujar Saidah, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (27/2/2025) Saidah menyampaikan, dari 224 muzaki baru yang lahir dari program Zmart, sebanyak 178 adalah perempuan dan 46 laki-laki, yang tersebar di 23 provinsi. Dari jumlah tersebut, 170 telah mandiri, sementara 54 orang lainnya masih dalam pendampingan BAZNAS. "Pendampingan intensif dilakukan selama 12 hingga 24 bulan oleh tim yang terdiri dari 24 pendamping Zmart. Selama periode tersebut, kami (BAZNAS) terus memantau perkembangan usaha mustahik binaan melalui dashboard Monitoring Laporan Harian Pendamping Direktorat Pendayagunaan," jelas Saidah. Dalam enam tahun terakhir, lanjut Saidah, jumlah muzaki baru terus bertambah. Pada 2019 tercatat 9 muzaki baru, kemudian meningkat menjadi 76 orang pada 2020. Pada 2021 jumlahnya mencapai 21 orang, disusul 50 orang pada 2022, lalu 15 orang pada 2023, dan 53 orang pada 2024. "Tren positif ini menunjukkan keberhasilan pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh BAZNAS," ujar Saidah Menurut Saidah, keberhasilan program Zmart membuktikan bahwa zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. "Kami ingin menciptakan lebih banyak mustahik yang naik kelas menjadi muzaki sehingga roda ekonomi umat terus berputar dan memberi manfaat lebih luas,” katanya. Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperluas program Zmart agar semakin banyak mustahik yang bisa naik kelas. Dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi berkelanjutan, program ini diharapkan semakin efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Menurutnya, Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan "Transformasi mustahik menjadi muzaki yang dilakukan melalui Zmart membuktikan bahwa zakat memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," pungkasnya. Hingga kini, pada masa periode pendampingan tahun 2023-2025, Direktorat Pendayagunaan BAZNAS telah membina 4.588 penerima manfaat usaha Zmart di 34 provinsi. Dari jumlah tersebut, 224 orang telah naik kelas menjadi muzaki, 653 orang berhasil keluar dari had kifayah, dan 734 orang melampaui garis kemiskinan. Sementara itu, 2.977 penerima manfaar Zmart masih berjuang untuk lepas dari garis kemiskinan. Program Zmart adalah program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pengembangan warung/toko yang dimiliki mustahik dengan skala mikro sampai kecil untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah meningkatkan kapasitas warung sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah pasar retail modern serta mengatasi kemiskinan
BERITA27/02/2025 | Humas
BAZNAS Kuningan Pelopori Kampung Zakat Selajambe, Kini punya Program Santri Kalong Reborn
BAZNAS Kuningan Pelopori Kampung Zakat Selajambe, Kini punya Program Santri Kalong Reborn
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan turut berperan dalam peresmian Kampung Zakat di Desa Selajambe. Acara ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan pendidikan agama di masyarakat, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Selajambe bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan elibatkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang salah satu didalamnya adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan. Dalam peresmian yang dihadiri oleh Dirjen Kemenag RI, Selasa (25/02/2025) di desa Selajambe Kampung Zakat ini mengusung program unggulan Santri Kalong Reborn. Program ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan gawai di kalangan anak-anak dengan menggantinya melalui kegiatan mengaji, sehingga membentuk generasi yang lebih religius dan berakhlakul karimah. PJ Sekda Kuningan Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si mengungkapkan bahwa Zakat bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan sosial "Dengan adanya sinergi antara program santri kalong dan kampung zakat ini, kita berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih berilmu, mandiri, dan berakhlakul karimah.” Selain itu, ia juga menambahkan pentingnya pengelolaan dana donasi atau infak dari masyrakat “Dana zakat yang terhimpun dan terkelola dengan baik akan menjadi modal utama dalam memperkuat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta sosial keagamaan bagi masyarakat di sekitar,” ujar Benny. BAZNAS Kuningan telah berkontribusi dalam pembentukan Kampung Zakat di Desa Selajambe sejak tahun 2023. Pengurus Kampung Zakat mengelola dana infak dari masyarakat, yang kemudian disetorkan melalui BAZNAS, dan didistribusikan 100% untuk kemaslahatan warga Desa Selajambe. Selain itu, pada acara peresmian ini, BAZNAS Kuningan juga memberikan bantuan paket mebel untuk menunjang kegiatan belajar para santri dalam program Santri Kalong Kampung Zakat. Dengan peran serta dari BAZNAS Kuningan, Kampung Zakat diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan zakat sebagai instrumen sosial yang tidak hanya memperkuat pendidikan agama, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Keberadaan program ini menunjukkan komitmen dalam membangun komunitas yang lebih religius, berdaya, dan sejahtera.
BERITA26/02/2025 | Humas
Kuningan Tetapkan Zaat Fitrah 2,5 Kg atau Senilai 37.500
Kuningan Tetapkan Zaat Fitrah 2,5 Kg atau Senilai 37.500
Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan besaran zakat fitrah untuk Ramadhan 1446 H/2025 sebesar 2,5 kilogram beras atau setara dengan Rp 37.500 per jiwa. Penetapan ini dilakukan dalam rapat Dewan Syariah yang berlangsung di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kuningan pada Selasa (4/2/2025). Asisten Daerah (Asda) I Pemda Kuningan, H. Toni Kusumanto, AP., M.Si., yang memimpin rapat, menjelaskan bahwa besaran zakat fitrah ditetapkan berdasarkan harga rata-rata beras yang dikonsumsi masyarakat Kuningan. "Penentuan nominal zakat ini mempertimbangkan harga beras di pasaran, sebagaimana disampaikan oleh DISKOPDAGPERIN, serta hasil musyawarah dengan para tokoh agama," ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menyampaikan bahwa penetapan tersebut juga merujuk pada Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah dan Keputusan Ketua BAZNAS Pusat no 06 tahun 2025 "Menguatkan hasil musyawarah dengan para tokoh agama, kami juga merujuk pada PMA no 52 yang menyatakan beras atau makanan pokok dapat diganti dalam bentuk uang dengan nilai yang setara, yakni sebesar 2,5 kilogram beras” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa besaran nominal ini juga ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kuningan agar tetap terjangkau, namun tetap sesuai dengan prinsip syariat Islam dalam menunaikan zakat fitrah "Nominal Rp 37.500 didasarkan pada harga beras yang layak dikonsumsi dengan mempertimbangkan potensi fluktuasi harga menjelang Ramadhan yakni yang di kisaran Rp 15.000 per kilogram” pungkasnya Keputusan mengenai besaran zakat fitrah ini merupakan hasil musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Kuningan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kuningan, dan Kementerian Agama Kuningan. Selain itu, pertimbangan dan pandangan dari para tokoh agama yang hadir, seperti dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuningan, perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kuningan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuningan, Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Umat Islam (PUI) Kuningan, turut menjadi dasar dalam penetapan nominal zakat fitrah ini.
BERITA05/02/2025 | Humas
BAZNAS Kuningan Bantu Ringankan Beban Musibah Longsor
BAZNAS Kuningan Bantu Ringankan Beban Musibah Longsor
Bencana longsor di dusun Purwasari, desa Cimara kecamatan Cibeureum Kuningan, Sabtu 18 Januari 2025, mengakibatkan 3 bangunan rumah ambruk terbawa pergerakan tanah dipinggiran tebing serta 9 rumah warga yang terancam bergeser akibat curah hujan yang cukup tinggi. Musibah itu tidak memakan korban jiwa, namun pemilik rumah yang ambruk serta yang terkena dampak terpaksa diungsikan ke masjid kampung dan rumah warga yang dinyatakan aman. Baznas kabupaten Kuningan pada kesempatan membersamai Hj. Tuti Andriani, wakil bupati Kuningan terpilih, turut serta membantu warga yang mendapat musibah berupa 5 kasur tipis, 6 selimut tebal, beras, air minum dan dana 5 juta sebagai bantuan sementara. Ketua Baznas Kuningan Drs.HR. Yayan Sofyan MM didampingi wakil ketua H.Yusron Kholid M Si, menyampaikan pesan disertai doa *agar semua warga khususnya yang mengalami musibah untuk tetap tabah dan tetap shobar, karena ini semua ujian dari Alloh SWT*. Baznas Kuningan siap bekerjasama dengan BPBD juga aparat desa dalam menanggulangi musibah kemanusiaan dengan harapan warga tetap optimis, karena pemkab Kuningan beserta stake holder terkait terus memantau dan siap membantu agar rumah yang ambruk dapat kembali berdiri. Baznas Kuningan juga telah berkoordinasi dengan Baznas propinsi dan BAZNAS RI untuk berkenan membantu bencana longsor Kuningan, karena kami diminta laporan kejadian dan langsung assesment wilayah yang terkena dampak itu. "Insya Alloh Baznas propinsi siap segera membantu meringankan beban warga yang terkena musibah" pungkas kang Haji Yayan sapaan akrabnya.
BERITA20/01/2025 | HUMAS
BAZNAS Kuningan Salurkan Program Rumah Layak Huni untuk Ibu Uun Unasih di Desa Giriwaringin
BAZNAS Kuningan Salurkan Program Rumah Layak Huni untuk Ibu Uun Unasih di Desa Giriwaringin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui Program Rumah Layak Huni (RLHB). Salah satu penerima manfaat program ini adalah Ibu Uun Unasih, warga Dusun 3, Desa Giriwaringin, yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan. Rumah tersebut terbuat dari bilik bambu yang sudah rapuh dan tidak layak untuk dihuni. Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, M.M., menjelaskan bahwa Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu wujud nyata dari visi dan misi BAZNAS untuk mensejahterakan umat. "Alhamdulillah, BAZNAS Indonesia melalui BAZNAS Kuningan telah menggulirkan program RLHB sebanyak 11 rumah dengan total nilai Rp275 juta. Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah yang masuk kategori tidak layak atau memprihatinkan," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa untuk merealisasikan bantuan Rumah Layak Huni (RLHB) dari BAZNAS, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat dan desa. Hal ini karena dana yang diberikan hanya sebesar Rp25 juta/rumah. "Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, jajaran pemerintah, dan masyarakat yang bergotong royong membantu mewujudkan rumah bagi penerima bantuan. Saya mengapresiasi pemerintahan desa sangat konsisten melaksanakan program pemberdayaan yang sinergis dengan BAZNAS," tambahnya. Selain itu, ia melihat bahwa Desa Giriwaringin memiliki potensi pemberdayaan yang bisa disinergikan lebih lanjut dengan BAZNAS di masa depan. "Mudah-mudahan ke depannya Desa Giriwaringin dapat menjadi pilot project dalam program pemberdayaan aspek ekonomi dan sosial, seperti ternak kambing, sapi, serta potensi pertanian. Jika dikelola dengan baik, ini dapat merubah mustahik menjadi muzaki," pungkasnya. Kepala Desa Giriwaringin, Sobarudin, yang akrab disapa Obay, menyampaikan apresiasinya terhadap program-program BAZNAS dalam bidang pemberdayaan dan sosial. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas program RLHB ini. Program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu di desa kami, khususnya untuk Bu Uun, yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan," ungkapnya. Selain program renovasi rumah, Obay juga menjelaskan bahwa Desa Giriwaringin menerima program pemberdayaan berupa Balai Ternak Kambing dari BAZNAS Kuningan. "Tentu saya berharap ke depannya Desa Giriwaringin dapat menjadi Kampung Zakat sebagai bentuk dukungan dan kemitraan dengan BAZNAS dalam menjalankan program-program sosial bagi masyarakat," pungkasnya.
BERITA30/12/2024 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kuningan Resmi Luncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
BAZNAS Kabupaten Kuningan Resmi Luncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA)
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan secara resmi meluncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kampung Cibapang, Desa Cileuleuy, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (21/12/2024). Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, didampingi oleh BPBD Kuningan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kuningan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peluncuran program ini. "Alhamdulillah, selama delapan hari, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah mendampingi masyarakat dan memberikan berbagai edukasi melalui modul materi yang telah disusun. Tujuannya adalah agar masyarakat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi bencana," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS melalui lembaga programnya, BTB, untuk berpartisipasi dalam penanganan bencana di Kabupaten Kuningan. "Tentu, harapan kami adalah masyarakat mampu menerapkan langkah-langkah strategis yang telah diberikan. Meskipun kita tidak mengharapkan terjadinya bencana, antisipasi dan kesiapsiagaan tetap harus dipersiapkan," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Desa Cileuleuy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kuningan atas pelaksanaan Program KATANA di desanya. "Kehadiran program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengenali risiko bencana, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat kemampuan warga untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa depan," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Program KATANA diharapkan dapat memberikan dampak positif melalui pelatihan dan simulasi yang dirancang untuk mengurangi risiko bencana. Dengan adanya kolaborasi antara BAZNAS, BPBD, dan masyarakat, Kepala Desa optimis Desa Cileuleuy dapat menjadi desa yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan bencana. Peluncuran Program KATANA ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat yang antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi, pengkajian risiko bencana, pembuatan peta ancaman dan evakuasi, hingga pengembangan sistem peringatan dini yang ditutup dengan simulasi penanganan bencana. Langkah ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang efektif antara lembaga pemerintah, masyarakat, dan organisasi lainnya dalam mendukung pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
BERITA21/12/2024 | Humas
BTB BAZNAS Kuningan Sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana
BTB BAZNAS Kuningan Sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana
Dalam rangka menindaklanjuti program BAZNAS Tanggal Bencana Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Kuningan melalui BTB gelar sosialisasi Kampung Tanggap Bencana yang bertempat di Kampung Cibapang Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur.A BZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Kuningan melaksanakan kegiatan KATANA ini selama 7 hari kedepan, yang dimana masyarakat akan dibekali Materi-materi yang berkaitan dengan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) serta bagaimana menghadapi situasi jika terjadi bencana menimpa. Pada kegiatan sosialisasi Kampung Tanggap Bencana ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana Bpbd Kab. Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP, Komisioner BAZNAS Kab. Kuningan H. Yusron Kholid, M.Si, Amil BAZNAS, Kepala desa Cileuluey beserta jajan BPD dan lembaga desa lainnya, tim fasilitator Katana beserta Tim relawan BTB kab. Kuningan serta 115 lebih masyarakat Kampung Cibapang Desa Cileuleuy. Sosialisasi KATANA ini menuai respon positif dari pemerintahan desa beserta masyarakat dikarenakan, program ini dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya peningkatan kapasitas dalam pengurangan resiko bencana. Dalam kesempatan ini Kepala desa Cileuleuy berterimakasih kepada BAZNAS kabupaten Kuningan dikarenakan sudah mau melaksanakan kegiatan Katana ini di desa Cileuleuy. "Saya berharap masyarakat dapat ikut serta dalam program katana 7 hari kedepan yang dilaksanakan BTB Kuningan dengan serius". Ditempat yang sama Komisioner BAZNAS H. Yusron Kholid, M.Si mengatakan "Alhamdulillah pada hari ini BAZNAS Kabupaten Kuningan melalui lembaga BTB melaksanakan kegiatan sosialisasi Kampung Tanggap bencana di desa cileuleuy kec. Cigugur". "Mudah-mudahan Kampung tanggap Bencana ini menjadi file projek untuk lebih mengembangkan untuk memberikan pembina kepada masyarakat bagaimana menghadapi bencana yang mungkin terjadi, mudah-mudahan tidak ada bencana tapi jika masyarakat sudah faham terkait kebencanaan itu akan menjadi simpul bagaimana menangani masalah kebencanaan secara umum", jelas Komisioner BAZNAS H. Yusron Kholid, M.Si. Diakhir wawancaranya Komisioner BAZNAS H. Yusron Kholid, M.Si berharap "Semoga Kampung Tanggap Bencana ini berjalan dengan baik masyarakatnya siap melaksanakan tugas secara umum dan kita semua senantiasa mendapatkan keberkahan dar Allah SWT". Kegiatan Kampung Tanggap Bencana ini dilaksanakan dengan menggunakan anggaran BAZNAS Tanggap Bencana Republik Indonesia yaitu dari Sedekah Konsumen Alfamart, dan anggaran BAZNAS Kabupaten Kuningan. Selain itu Kepala Pelaksana Bpbd Kab. Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP mengatakan kami sangat mengapresiasi dan ini sudah berjalan beberapa kali dengan BTB atau BAZNAS kegiatan katana sebagai bagian dalam pengurangan resiko bencana". "Semoga kedepannya depan kolaborasi dengan semua pihak terkait yang bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana menangani kebencana dan kami berharap kedepannya bisa terus berkolaborasi untuk melakukan kegiatan seperti ini yang sangat bermanfaat dalam rangka mitigasi bencana", pungkas Kepala Pelaksana Bpbd Kab. Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP
BERITA08/12/2024 | HUMAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kuningan.

Lihat Daftar Rekening →